Guest Book

powered by Is Banned ???

You Are Here: Home - Muslimah - LADY GAGA DAN LIBERALISASI BUDAYA


Setelah Ratu Penghina Nabi serta tokoh liberalis penyeru homoseksual dan lesbian, Irshad Manji ditolak dan dibubarkan panggungnya di tiga kota besar Indonesia, kali ini giliran penyanyi asal Amerika Lady Gaga bakal mengalami nasib yang sama. Batal!

Lady Gaga rencananya akan menggelar konser nekadnya di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta 3 Juni mendatang. Jumlah tiket yang telah terjual dikabarkan sebanyak 2.000 tiket dengan harga berkisar antara Rp 465.0000,- sampai Rp 2.250.000,-.

Penolakan demi penolakan terus bergulir dari sejumlah ormas Islam dan politikus Indonesia. Bahkan sekelompok Umat Islam dari Gerakan Umat Anti Maksiat (GUMAM) telah turun ke jalan beberapa waktu yang lalu. Mereka melakukan aksi di Bundaran HI Jakarta untuk menolak konser artis porno penyembah setan itu. Menurut M Ihsan Sofyan selaku Koordinator GUMAM menilai Lady Gaga adalah Robot Illuminati. Assesoris penampilan Gaga dalam setiap konsernya, secara vulgar menonjolkan lambang illuminati dan paganisme. MUI juga telah mengeluarkan fatwa haram nonton Lady Gaga.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni dan Budaya, KH. Cholil Ridwan juga mengecam keras konser Lady Gaga di Indonesia. Bahkan dengan tegas ia mengatakan bahwa membeli tiket konsernya adalah haram. Selain itu ia menjelaskan, tontonan itu bisa merusak moral bangsa. Indonesia sebagai negara mayoritas Islam tidak boleh dirusak dengan ajaran kemusyrikan yang kerap dilakukan Lady Gaga. (voi-islam.com, 15/05/2012)

Sependapat dengan MUI, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menyerukan agar konser bintang panas Lady Gaga dibatalkan sebab tidak sesuai dengan nilai Islam dan kultur relijius masyarakat Indonesia. FPI juga berpendapat sama. Mereka meminta pemerintah tidak mengizinkan konser Lady Gaga. FPI menilai, tak hanya sekedar persoalan lirik maupun tampilan erotis dan nyeleneh Lady Gaga yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Lebih dari itu yang terpenting adalah persoalan aqidah.

Siapakah Lady Gaga?

Pro-kontra yang menyeruak membuat kita bertannya-tanya. Siapakah Lady Gaga yang telah membuat pro-kontra itu? Apakah kedatangannya hanya sekedar mempertontonkan suatu bentuk pertunjukan seni abad ini? Apakah ada terselip maksud lain dengan begitu ngototnya ia ingin menginjakkan kaki ke negeri yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini?

Lady Gaga adalah penyanyi dunia yang menjadi trend setter karena penampilan dan perbuatannya yang nyeleneh. Penyanyi Amerika yang lahir pada 28 Maret 1986 ini diberi nama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta. Tak hanya di negeri ini ia membuahkan pro kontra. Di negara asalnya pun, ia kerap jadi bahan perdebatan. Gaga menjadi perdebatan dalam hal budaya populer karena penampilan, musik pop, dan gaya busananya.

Album The Fame Lady Gaga memang lebih banyak mengeksplorasi lagu-lagu tentang ketenaran, kekayaan, dan budaya pop. Namun sesungguhnya sejak awal karirnya tahun 2005 hingga album ketiga, berbagai penerjemahan konsep Teologi Illuminati membanjiri video klip maupun aksi panggungnya. Di album The Fame Monster lagu-lagu Gaga bertemakan monster, vampir, dan kematian. Selanjutnya, di album terbarunya Born This Way, Lady Gaga seperti ingin mendirikan sekte kepercayaan tersendiri dengan lagu-lagu berbau kepercayaan dan agama. Bahkan ke pemujaan setan. Dalam video klip Alejandro misalnya, secara terang-terangan Gaga mengkampanyekan ajaran antikristus. Begitu pula dalam konsernya, Lady Gaga seringkali menggunakan atribut biarawati yang berubah menjadi setan dan membalikkan salib. Perempuan yang pernah menempuh pendidikan di Sekolah Convent Of The Sacred Heart (sekolah swasta milik katolik khusus perempuan dalam jenjang TK hingga SMA) juga mengakui bahwa dirinya menyukai sesama jenis, sekaligus menyukai lawan jenis. Pandangannya mengenai biseksual juga terlihat dalam lagu hit Poker Face.

Lady Gaga dan Liberalisasi Budaya

Meskipun arus penolakan terhadap penyanyi yang dijuluki Mother Monster ini terus membesar, namun Sekretaris Fraksi PKB DPR Hanif Dhakiri menyatakan kalau fatwa haram nonton Lady Gaga itu berlebihan. Ia berdalih pelarangan itu akan merugikan penyelenggara. “Lagi pula, Indonesia bukan negara Islam, jadi ukuran kepantasan umumnya pasti berbeda dengan negara Islam,” kata Hanif (seruu.com, 21/3/2012).

Hal senada juga menjadi pertanyaan dari Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Benny Kabur Harman, di gedung DPR, Rabu, 16 Mei 2012. DPR akan meminta klarifikasi Kapolri atas pelarangan konser penyanyi papan atas asal Amerika Serikat tersebut. Menurut Benny, pelarangan konser adalah tindakan yang tidak masuk akal. Apalagi penolakan itu hanya berdasarkan pertimbanganan moral. Benny menilai polisi tidak bisa melakukan pelarangan hanya berdasarkan pertimbangan subyektif. (tempo.co, 15/05/2012)

Terkait hal tersebut, aktivis organisasi sosial sekaligus seniman kenamaan Indonesia Ratna Sarumpaet, juga turut mempertanyakan hal tersebut. Bagi Ratna, pelarangan ini justru menunjukkan kegagalan demokrasi di Indonesia. “Buat saya ini menyedihkan. Orang-orang atau kelompok yang memakai agama sebagai kedok untuk melakukan hal-hal yang tidak wajar. Karena itu sudah menjadi indikasi gagalnya demokrasi. Dan itu sangat mencoreng Indonesia,” ujar Ratna. (mediaindonesia.com, 5/05/2012)

Penolakan pelarangan konser Lady Gaga juga datang dari fan base Lady Gaga yang sebagian besar dari kalangan remaja. Mereka berani menantang siapapun penolak konser Lady Gaga dengan stigma dinding penghalang kebebasan berekspresi. "Gue sudah bosan kalau Lady Gaga dicap aneh-aneh. Sebagai fan base Lady Gaga, kita punya argumen freedom of expression," kata fans Lady Gaga, Giat (19). (detik.com, 17/5/2012).

Sungguh pernyataan-pernyataan yang sangat memiriskan hati. Bagaimana tidak, penduduk yang mayoritas memeluk Islam ini telah jauh dari panduan agamanya. Lady Gaga yang nyata-nyata pengusung gaya hidup hedonis dan pengusung kebebasan seksual dibela. Sementara, aktivis Islam yang menolak Lady Gaga dicap sebagai bentuk kekerasan atas nama agama. Padahal di negara seperti Korea Selatan dan Cina pun menolak Lady Gaga. Menurut mereka Gaga telah melabrak nilai-nilai yang sesungguhnya universal, seperti pornografi, homoseksual-lesbian, dan melecehkan agama.

Jerat-jerat pemikiran dan budaya yang ditebar Barat ke Dunia Islam tampaknya semakin menuai hasil. Indikasinya tentu saja adalah semakin kukuhnya pemikiran, budaya, perilaku, dan gaya hidup sekularistik di tengah-tengah kehidupan kaum muslim khususnya generasi muda. Barat begitu menyadari bahwa mereka harus melakukan pergeseran taktik dari penjajahan militer ke penjajahan politik, ekonomi, dan juga budaya.

Barat mengetahui bahwa ideologi kapitalisme termasuk liberalisme tidak mendapatkan perlawanan selain dari Dunia Islam. Mereka sadar bahwa umat Islam memiliki sebuah ideologi yang mereka emban. Walaupun pada saat ini umat Islam tidak memiliki sebuah Negara dan seorang pemimpin yang menyatukannya. Hal ini mereka manfaatkan sebaik mungkin dengan bekerja keras siang-malam demi menyebarkan ideologi yang merusak ini. Berbagai cara mereka lakukan untuk mempromosikan nilai-nilai liberal kepada Dunia Islam. Ideologi kapitalis mereka sulap menjadi nilai-nilai yang universal dan terus melemahkan keterikatan Muslim atas agamanya.

Musik yang mereka usung sebagai bahasa universal tidaklah bebas nilai. Beragam latar belakang sisi kehidupan seperti atheis, kapitalis, hedonis, liberalis bisa mewarnainya. Konser-konser musik yang mereka adakan sesungguhnya merupakan salah satu jalan untuk mengokohkan liberalisasi budaya.
Dalam musik mereka tanamkan bahwa kebahagian diukur dari keberhasilan dalam memperoleh sebanyak mungkin kesenangan dan kelezatan duniawi. Tak sedikit kaum Muslim yang tergoda dengan paham ini. Mereka merasa bangga memiliki dan mengamalkan semua warisan budaya Barat. Rasanya tak indah jika pernak-pernik kehidupan tidak dipoles dengan nuansa hedonistik. Kenikmatan bersifat jasadi dan materi merupakan tujuannya.

Ditambah lagi dengan budaya serba boleh (permissivisme). Bagi mereka, siapa saja berhak melakukan apapun yang disukainya. Orang lain dilarang keras mengusik jalan hidupnya. Inilah yang akhirnya melemahkan daya kontrol individu dan masyarakat dalam kehidupan sekuler. Selain itu, merasuk pula budaya pop (instans culture) yang menggerus pula kepribadian generasi muslim. Tanpa sadar mereka dipaksa patuh dengan logic of capital, yakni hal-hal yang dangkal yang cepat ditangkap dan cepat laku. Yang penting dalam dunia ini adalah menjual dan membeli. Akibatnya apa yang diinginkan oleh Barat, yaitu menjauhkan kebangkitan umat dalam membangun kembali institusi global yang mereka takuti (Khilafah Islamiyyah, red) dapat dengan mudah dilancarkan.

Oleh karena itu, umat Islam sebagai penduduk mayoritas di negeri ini tidak boleh tinggal diam. Membiarkan liberalisme merajalela di semua lini kehidupan sama saja membiarkan kehidupan kita dan generasi ke depan hancur. Jelas, ajaran liberalisme bertentangan dengan Islam. Karena semua amal perbuatan seorang muslim wajib terikat dengan perintah dan larangan Allah Swt. Allah Swt. berfirman:

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS al-Ahzab [33]: 36).

Namun, kita tidak akan bisa mengeyahkan liberalisme sampai ke akar-akarnya kecuali umat memiliki kepemimpinan politik secara internasional, yaitu Khilafah ‘ala Minhaj an-Nubuwah. Karena hanya dengan Khilafah kaum Muslim dan negeri-negeri Islam dapat lepas dari cengkeraman liberalisme budaya. Inilah fokus kita bersama.[khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]

Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Kiriman: Novita Aryani M.Noer-Bogor
--SUARA MUSLIMAH--
Title: LADY GAGA DAN LIBERALISASI BUDAYA
Posted by:Yulia Nisa
Published :2012-05-19T14:30:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
LADY GAGA DAN LIBERALISASI BUDAYA
Tags: Muslimah

Artikel Terkait

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Web Desain by jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global