Guest Book

powered by Is Banned ???

You Are Here: Home - Indonesia , Nasional - MMI Tantang Elemen “Muslim Sesat” di NU



Yogyakarta –Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) akan menantang debat terbuka kepada elemen-elemen “muslim sesat” yang menyusup ke dalam tubuh organisasi Nahdhatul Ulama (NU). Dalam tantangannya, pihak MMI secara jelas berulang kali menyebutkan istilah: “PBNU pimpinan Said Aqil Siraj”. Meski tak dijelaskan, siapapun mengerti bahwa yang ditantang berdebat terbuka oleh MMI adalah kelompok pro liberal di dalam NU dibawah pimpinan Said Aqil Siraj, dan BUKAN kelompok NU tradisional yang senantiasa istiqomah dibawah bimbingan para kiyai sepuh yang sangat dihormati, disegani dan dicintai oleh umat Islam di seluruh Indonesia.

Peristiwa pembubaran acara diskusi dengan nara sumber wanita lesbian Irshad Manji ternyata masih berbuntut panjang. Diskusi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan mengetengahkan Irshad Manji yang dinilai sebagian besar kalangan Islam sebagai wanita lesbian penghina Nabi Muhammad SAW itu akhirnya dibubarkan dengan paksa oleh warga muslim setempat bersama Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Atas kejadian tersebut, MMI dilaporkan kepada Polda DIY oleh beberapa ormas pro liberal, di antaranya GP Anshor dan Barisan Ansor Serba Guna (BANSER). Pasca pelaporan, ormas-ormas pro liberalisme tersebut melanjutkan dengan aksi unjukrasa menyatakan penolakan terhadap MMI di Yogyakarta, Jum’at (11/5/2012).
Dalam aksi unjukrasa itu BANSER dan GP Ansor yang merupakan komponen dari organisasi NU ikut melibatkan diri untuk menolak MMI. Atas dasar hal tersebut pimpinan MMI pusat bereaksi dan menyatakan siap menantang untuk beradu argumen dengan PBNU. Namun dalam hal ini, MMI secara eksplisit menyebutkan bahwa NU yang dimaksud adalah NU “pimpinan Said Aqil Siraj”, untuk membedakan dengan NU tradisional yang senantiasa istiqomah dibawah bimbingan para kiyai sepuh yang sangat dihormati, disegani dan dicintai oleh umat Islam di seluruh Indonesia.
“MMI akan melayangkan surat tantangan debat terbuka kepada PBNU pimpinan Said Aqil Siraj,” kata ketua Lajnah tanfiziyah majelis Mujahidin, Ustadz Irfan S. Awwas seperti dikutip oleh arrahmah.com, di Jakarta, Jum’at (11/5/2012).
Tantangan tersebut diajukan MMI, pasalnya PBNU pimpinan Said Aqil dinilai oleh Ustadz Irfan telah menjadi motor untuk membiarkan kampanye aliran sesat oleh organisasi turunannya. “Karena telah mempelopori aliran sesat dan membiarkan organisasi underbouw LKiS, PMII, BANSER dan Ansor mempropagandakan penghujat Islam Irshad Manji,” ungkapnya.
Debat terbuka tersebut, menurutnya, menjadi penting untuk membuktikan PBNU pimpinan Said Aqil Siraj memang membela Islam atau tidak. “Apakah NU pimpinan Aqil masih dalam barisan Islam? Harus dipertanggungjawabkan dalam debat terbuka,” tandas Ustadz Irfan.
Sebagaimana diberitakan, ratusan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Yogyakarta Anti Kekerasan (Gerayak) menyerukan penolakan terhadap organisasi MMI, yang dinilai telah melakukan kekerasan terhadap acara diskusi dengan nara sumber wanita lesbian penghina nabi Muhammad SAW, Irshad Manji. Dalam aksi tersebut organisasi sayap NU seperti BANSER dan GP Ansor ikut serta menyerukan penolakan terhadap organisasi MMI.
Ormas Islam sebesar NU dengan anggota puluhan juta muslim tradisional betul-betul menghadapi PR (pekerjaan rumah) untuk membersihkan tubuh NU dari elemen-elemen liberal pro paham SEPILIS. Hal itu lantaran sejumlah tokoh liberal yang tergabung dalan Jaringan Islam Liberal (JIL) seperti Ulil Abshar Abdalla, Guntur Romli, dan masih banyak lagi, telah menyusup sebagai “orang NU”. Bahkan Ulil Abshar Abdalla yang terkenal sebagai dedengkot JIL juga ikut dalam pemilihan Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU ke 32 di Makassar tahun 2010 lalu. Meski akhirnya kalah suara, namun Ulil sempat dijagokan oleh kelompok pengikutnya. Keikutsertaan Ulil dalam ajang pemilihan ketua umum PBNU adalah suatu bukti tak terbantahkan bahwa memang betul di dalam tubuh NU sudah disusupi elemen-elemen liberal pro pemahanan SEPILIS semacam Ulil Abshar Abdalla dan kelompok pendukungnya.
Sebelum ini, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi telah ‘menyindir’ ulah kelompok “Muslim Sesat” tersebut. Beliau memperingatkan umat Islam agar mewaspadai diskusi buku sesat karangan Irshad Manji, “Allah, Liberty, and Love”. Kehadiran Irshad Manji ke Indonesia, kata Kiyai Hasyim, adalah upaya untuk melegalisasi perkawinan sejenis. “Umat Islam dan seluruh umat beragama diIndonesia harus mewaspadai karena gerakan tersebut merupakan conditioning (pengkondisian) untuk merintis pengesahan undang-undang perkawinan sejenis, laki-laki kawin dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan,” ungkap Kiyai Hasyim seperti dirilis Republika, Senin (7/5/2012).
Sinyalemen tersebut dikemukakan oleh pengasuh Pesantren Al Hikam, Malang dan Depok ini setelah mendengar kabar bahwa sejumlah anggota DPR-RI melawat ke Kopenhagen, Denmark untuk belajar undang-undang perkawinan antar sesama jenis kelamin. Lawatan DPR ini terkait dengan RUU Keadilan dan Kesetaraan Gender yang saat ini sedang digodok di DPR.
Dengan tegas Kiyai Hasyim menyatakan perkawinan sejenis sangat bertentangan dengan semua ajaran agama, apalagi Islam. Dia mencontohkan saat pemimpin umat Katolik, Paus pernah didemo di Inggris oleh kelompok penggiat kawin sejenis ini. Begitu pula kondisi yang sama terjadi di tengah umat agama Kristen. “Perkawinan sejenis bukan hanya bertentangan dengan agama, tapi bertentangan pula dengan kodrat,” papar Kiyai Hasyim.
Dikatakannya, di Eropa Barat dan Amerika, gerakan perkawinan sejenis digerakkan oleh kaum atheis.“Homoseksual dan lesbi adalah penyakit kejiwaan dan sosial yang harus disembuhkan dengan psikoterapi dan pembinaan, bukan dilegalisir,” kata Kiyai Hasyim.
Oleh karena itu, lanjutnya, partai-partai yang mengaku Islam di parlemen harus menjaga agar tidak kebobolan, demikian juga umat beragama harus bersiap-siap. “Saat inilah waktunya umat Islam bersatu melakukan ‘nahi mungkar’. Kalau gerakan atheisme ini menggunakan HAM, padahal isinya merusak, maka umat beragama harus menggunakan HAM juga untuk penyelamatan agama,” katanya.
Ia memperingatkan ormas Islam agar tidak mudah dikelabui oleh pihak atau kelompok yang mempunyai kepentingan tertentu dengan dalih membela minoritas. “HAM tidak boleh dipakai merusak tatanan Ketuhanan Yang Maha Esa,” tandas Kiyai Hasyim.
Perlu diketahui, Irshad Manji adalah seorang feminis Kanada yang juga dikenal sebagai penggiat perilaku homoseksual dan lesbian. Dalam bukunya edisi Indonesia berjudul “Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini”, ia menggugat sejumlah ajaran pokok dalam Islam, termasuk menggugat keimanan kepada keotentikan Al-Quran serta menggugat pula kema’shuman Nabi Muhammad SAW.
Ma’shum artinya: “Dipelihara oleh Allah SWT dari tergelincir ke dalam perbuatan salah dan dosa”. Yaitu sifat khusus bagi para nabi dan rasul Allah SWT. Dengan menggugat kedua hal ini, Irshad Manji dan kelompok ‘Muslim Sesat’ pendukungnya berupaya menyebarkan pemahaman sesat dan menyesatkan bahwa Al-Qur’an itu tidak otentik, seolah buku novel yang tak terjamin kebenarannya. Sedangkan Nabi Muhammad SAW dinilai tidak ma’shum, yakni tidak ada bedanya dengan manusia biasa seperti Julia Perez dan Dewi Persik yang setiap saat bisa saja berbuat salah dan dosa.
Bahkan ia mengakui sendiri dalam berbagai tulisan dalam bukunya, bahwa pemikirannya banyak terpengaruh penulis novel yang pernah menghina Nabi Muhammad, Salman Rushdie. Pria asal India yang pernah difatwakan hukuman mati akibat novel “Ayat-Ayat Setan” karangannya, namun dilindungi dan dibesarkan namanya oleh Barat.
Wanita lesbian semacam Irshad Manji inilah yang acara diskusinya dibela mati-matian atas nama HAM oleh kelompok “muslim sesat” yang bersembunyi di dalam tubuh NU, dan kelompok “Muslim Sesat” itulah yang disindir oleh mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, dan kini ditantang pula untuk berdebat secara terbuka oleh Ketua Lajnah Tanfiziyah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Ustadz Irfan S. Awwas.[KbrNet/adl/[khoirunnisa-syahidah.blogspot.com] 
Title: MMI Tantang Elemen “Muslim Sesat” di NU
Posted by:Yulia Nisa
Published :2012-05-15T20:59:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
MMI Tantang Elemen “Muslim Sesat” di NU

Artikel Terkait

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Web Desain by jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global