Guest Book

powered by Is Banned ???

You Are Here: Home - Indonesia - Lahan Prayogo Lebih Luas Dari Kerajaan Inggris


khoirunnisa-syahidah.blogspot.com - JAKARTA,  - Ketidakadilan ekonomi di Indonesia begitu parahnya. Sumber-sumber kekayaan alam dikuasakan kepada konglomerat. Bahkan luas lahan yang dikuasakan kepada konglomerat lebih luas dari luas wilayah Kerajaan Inggris.
“Luas Inggris hanya 3 juta hektar, sedangkan di Indonesia, Saat Suharto jatuh, Prayogo Pangestu mempunyai lahan seluas 5 juta hektar,” kata  Pengamat Ekopol Universitas Paramadina, Herdi Sahrasad dalam diskusi launching beritaHR.com di Rumah PAN, Pasar Minggu Jakarta, Kamis (7/6/2012) malam.
 Menurutnya itulah kesalahan rezim yang terlalu mempercayai konglomerat non pribumi yang dianggap tidak akan ‘mengganggu’ jika mereka kaya.
“Tapi jika orang kita sendiri yang kaya dikhawatirkan akan digunakan untuk menumbangkan rezim,” lanjutnya.
Konglomerat hitam bebas dan dilindungi hukum mengeksploitasi alam, sedangkan masyarakat setempat yang sudah turun-temurun, jika berani menambang atau merambah hutan akan dicap sebagai penambang atau perambah liar dan dihukum.
Hal itu terjadi merata di seluruh Indonesia. Seperti terjadi di Sulawesi, Kalimantan dan Papua yang bolong-bolong hutannya karena penambangan. Sedangkan masyarakat setempat tetap saja miskin, bahkan listrik pun belum bisa dinikmati secara merata.
“Dari itu wajarlah jika rakyat, seperti warga Kalimantan yang marah dan memblokade batu bara. Seandainya saya orang Kalimantan, saya pun akan marah,” ujarnya. (Fathur/khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]
Title: Lahan Prayogo Lebih Luas Dari Kerajaan Inggris
Posted by:Yulia Nisa
Published :2012-06-09T19:07:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
Lahan Prayogo Lebih Luas Dari Kerajaan Inggris
Tags: Indonesia

Artikel Terkait

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Web Desain by jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global