Guest Book

powered by Is Banned ???

You Are Here: Home - Internasional - MER-C Sayangkan Larangan Masuk Relawan di Myanmar

mer-c-bersama-dengan-lembaga-lembaga-islam-menyatakan-telah-terjadi-_120728183843-156.jpg (465×276)khoirunnisa-syahidah.blogspot.com - JAKARTA – Komite Kesehatan dan Pertolongan Darurat Indonesia MER-C menyayangkan otoritas Myanmar yang terus memberlakukan larangan masuk bagi wartawan dan relawan yang hendak membantu Muslim Rohingya ke negara itu.

"Kami masih terus berharap agar pemerintahan Myanmar membolehkan kami untuk membantu Muslim Rohingya yang sedang berada dalam ancaman diskriminasi," kata Presidium MER-C Indonesia, Sarbini Abdul Murad, Sabtu (28/7).

Sejauh ini, katanya, MER-C masih terus mengupayakan agar bisa masuk ke wilayah konflik antara etnis Muslim Rohingya-Rakhine itu. "Kami meminta dengan sangat agar difasilitasi oleh Deplu untuk masuk ke Myanmar demi membantu Rohingya di sana," lanjut Sarbini.

MER-C masih tertahan di Indonesia karena belum ada izin dari Deplu Indonesia sampai sekarang. Menurut dia, pihaknya terus berusaha melobi kementerian tersebut agar memfasilitasi keinginan MER-C untuk membantu etnis yang menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia tersebut.

"Pemerintah Indonesia memang sedang bertindak lebih halus, berhati-hati mengenai isu kemanusiaan di Myanmar itu," kata Sarbini.

Pemerintah, melalui Ketua DPR-RI Marzuki Alie, pada Jumat (27/8) mengirim surat kepada Ketua Parlemen Myanmar, Khin Aung Myint, terkait konflik di negeri itu yang menyebabkan tewasnya sejumlah kaum Muslim Rohingya.

Dalam suratnya, Ketua DPR-RI menyatakan kasus kemanusiaan di Myanmar itu mendapat perhatian khusus bagi Indonesia. “Myanmar harus diingatkan komitmennya terhadap demokrasi, bukan hanya secara prosedural dengan membolehkan oposisi Aung San Su Kyi untuk ikut pemilu saja, tetapi jauh lebih penting adalah demokrasi substansial, yang terkait erat dengan HAM khususnya hak hidup etnis Rohingya,” ujarnya.

Kaum Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine (Arakan), Myanmar, dibantai oleh kelompok yang diduga dilakukan oleh etnis yang didukung pasukan gabungan keamanan Rakhine. Jumlah kematian Muslim di Arakan diperkirakan mencapai 6.000 jiwa. Selain dibunuh, juga terjadi pembakaran, penjarahan, pemerkosaan serta penangkapan terhadap komunitas Muslim Rohingya di negara bagian Arakan
[khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]
Title: MER-C Sayangkan Larangan Masuk Relawan di Myanmar
Posted by:Yulia Nisa
Published :2012-07-30T06:20:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
MER-C Sayangkan Larangan Masuk Relawan di Myanmar

Artikel Terkait

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Web Desain by jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global