Guest Book

powered by Is Banned ???

You Are Here: Home - Konspirasi , Muslimah - Word Muslimah Beauty: MENCARI FAKTOR PEMBENARAN ISLAM dengan MENGGUNAKAN "STANDAR ISLAM" dan "KECANTIKAN INTELEKTUAL" Sebagai UKURAN KEBESARAN PEREMPUAN MUSLIM


khoirunnisa-syahidah.blogspot.com - Kecantikan lebih dari yang tampak mata. Dan lomba World Muslimah Beauty (WMB) bukan hanya menyangkut kecantikan.

Itulah pendapat Rofi Eka Shanty, mantan wartawan TV Indonesia dan profesional hubungan masyarakat berbasis Syariah. Pada tahun lalu, dia mengadakan kontes kecantikan Muslim dunia pertama secara online bagi kaum wanita muda berjilbab.

"Islam sekarang ini mengalami krisis nama baik. 'Juru bicaranya' adalah terorisme dan kemiskinan," Rofi berkata kepada Khabar Southeast Asia. Dia ingin menunjukkan wajah Islam yang berbeda dan modern.

"Saya ingin orang melihat Islam sebagai sesuatu yang mendunia dan saya ingin melawan rasa anti Islam," kata Rofi.

Setelah meluncurkan kontes Kecantikan Muslimah Indonesia pada tahun 2011, dia meningkatkannya tahun ini menjadi sebuah kontes internasional.

"Tahun ini, akan ada peserta berkebangsaan Mesir, Nigeria, Australia, Jerman, dan Malaysia" selain Indonesia, tutur Rofi. 

Menyebarkan Islam Melalui Kecantikan dan Mode

Acara ini telah memicu keluhan dari beberapa pihak Muslim konservatif, yang berkata bahwa Islam melarang penampilan kecantikan fisik. Namun, Rofi melihatnya sebagai cara mempromosikan agama.

Banyak wanita Muslim menghindari mengenakan jilbab karena takut kurang bisa bersaing dalam pekerjaan mereka atau berpenghasilan lebih rendah, katanya kepada Khabar. Dia berharap, kontes ini akan menghilangkan kecemasan seperti itu.

"Duta besar WMB seharusnya dianggap sebagai ideal, berdasarkan sudut pandang Al-Qur'an bahwa wanita Muslim harus mengenakan pakaian Islam yang menutupi aurat (ketelanjangan) mereka," kata Rofi.

Persyaratan kontes ini sangat berat. Di antaranya adalah kemampuan menggunakan Internet dan teknologi, kepiawaian membaca Al-Qur'an, dan prestasi dalam bidang olahraga, akademia, dan budaya. Dan mengenakan jilbab merupakan keharusan.

Pemenangnya adalah seseorang yang sungguh-sungguh menuruti gaya hidup Nabi Muhammad, Rofi menambahkan.

Pemenangnya juga akan mendapatkan beasiswa satu tahun, perlengkapan teknologi mutakhir, perjalanan ziarah ke Tanah Suci, rekening tabungan di sebuah bank Syariah, dan liburan yang ditanggung penuh ke Eropa, Australia, Asia, dan sekeliling Indonesia.

Tahap awal kompetisi ini diadakan secara online pada bulan Juli. Dari tanggal 17 Agustus sampai 15 September, para pengguna Internet dapat memberikan suara bagi peserta favorit mereka. Tahap final akan disiarkan secara langsung di stasiun TV Indonesia swasta Trans7 pada tanggal 16 September.

Panel juri terdiri dari tokoh-tokoh penting dari industri mode dan komunikasi serta seorang cendekiawan Muslim.

"Tahun ini kami mengundang 1.000 anak yatim piatu untuk menjadi juri kehormatan kami. Sebagian dari mereka akan diasuh oleh peserta selama kontes untuk menguji kemampuan mereka dalam mengasuh dan menjadi panutan," kata Rofi.

Membantu Wanita Muslim Mengembangkan Kemampuan Mereka

Kholifah Nuzulia Firdausy, atau Lya, pemenang peringkat kedua pada tahun 2011, berkata kepada Khabar bahwa kontes ini merupakan anugerah.

"Sudah jelas bahwa wanita Muslim dapat menunjukkan kemampuan mereka, menjadi saleh, cerdas, dan tetap modis. Terlebih lagi, acara ini merupakan bentuk kewajiban agama masyarakat untuk menunjukkan kepada wanita Muslim lainnya akan pentingnya kecantikan luar dalam," kata Lya.

Pemenang tahun lalu, Dika Restiyani yang berusia 23 tahun, adalah mahasiswi S2 jurusan ekonomi politik internasional di Universitas Teknologi Nanyang di Singapura, pemilik usaha kecil pembuatan boneka dan pendiri yayasan amal di Jakarta Selatan yang membantu anak-anak jalanan, menurut sebuah video mengenai dirinya di YouTube.

Para juri mencari "kecerdasan emosi, intelektual, dan terpenting adalah kecerdasan rohani yang baik," katanya dalam video tersebut.

Ghitta Laskrouiff, seorang perancang mode di Maroko, memuji prakarsa WMB ini.

"Saya rasa acara ini hebat; kami tidak memiliki kompetisi semacam ini," kata Ghitta, mendorong para pengelola untuk mengadakan acara ini di Maroko melalui situs-situs lokal.(khabarsoutheastasia.com, 03/09/2012)

-----------------

KOMENTAR:

Artikel seperti ini sesungguhnya menipu. Ajang seperti ini hanya mencari faktor pembenaran Islam dengan menggunakan "Standar Islam" dan "Kecantikan Intetelektual" sebagai ukuran kebesaran perempuan muslim. 

Bagaimanapun, itu adalah cara yang salah dalam mempropagandakan Islam. Mereka menggunakan Barat sebagai model dengan menempatkan perempuan pada ruang publik untuk menilai mereka lebih atau kurang cantik berdasarkan nilai-nilai yang kaku dan subjektif yang tidak ada relevansinya dengan ide Islam. 

Tuhanlah yang berhak menghakimi kita dan kecantikan (cantik atau tidaknya) dan seharusnya tidak menjadi perdebatan publik. Iman dan peningkatan takwa--yg Allah maksudkan sebagai satu-satunya hal dalam membedakan seseorang dengan yang lainnya--adalah usaha tiap pribadi yang tak henti-hentinya untuk mencapai semua tujuan hidupnya tanpa harus ada persetujuan dari orang-orang di sekitarnya, menjadi muslim atau tidak menjadi muslim. Allah Swt. berfirman:

"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS Al-Hujurat: 13)

Islam hanya akan terlihat cantik di mata orang-orang yang menghargai nilai-nilai kebenaran atas ide-ide yang keliru. Bukan seberapa keras kita mencoba membuat perempuan muslim tampil cantik di mata orang-orang yang menjadikan standar kecantikan model Barat.[]

Saatnya Muslimah Bicara Masa Depan bangsa dengan Islam, Syariah dan Khilafah...
Kemuliaan tertinggi bagi wanita adalah menjadi Muslimah Sholihah...

[Muslimah4Khilafah/khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]
Title: Word Muslimah Beauty: MENCARI FAKTOR PEMBENARAN ISLAM dengan MENGGUNAKAN "STANDAR ISLAM" dan "KECANTIKAN INTELEKTUAL" Sebagai UKURAN KEBESARAN PEREMPUAN MUSLIM
Posted by:Yulia Nisa
Published :2012-09-08T19:57:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
Word Muslimah Beauty: MENCARI FAKTOR PEMBENARAN ISLAM dengan MENGGUNAKAN "STANDAR ISLAM" dan "KECANTIKAN INTELEKTUAL" Sebagai UKURAN KEBESARAN PEREMPUAN MUSLIM

Artikel Terkait

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Web Desain by jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global