Guest Book

powered by Is Banned ???

You Are Here: Home - Internasional - Morten Storm; Lahir di Denmark, Tinggal di Yorkshire, & Menghadiahkan Awlaki pada CIA di Yaman


khoirunnisa-syahidah.blogspot.com - KETIKA Morten Storm tiba pertamanya kalinya di Luton sepuluh tahun yang lalu, ia sangat klimis. Ia baru saja menjalani hukuman penjara di negara asalnya, Denmark, dan narkoba dan kejahatan pernah menjadi nama tengahnya. Dia mengaku, dia masuk Islam.

Pada awalnya mantan pembalap sepeda ini muncul untuk merangkul kaum moderat Islam, tapi tak lama kemudian ia berubah menjadi seorang pendukung kelompok-kelompok ekstremis seperti al-Muhajirun dan pengikut setia Osama bin Laden (jika memang pernah ada, kita tidak pernah tahu!)—bahkan menamakan putra sulungnya sama seperti nama terakhir pimpinan Al-Qaeda itu.
Tapi sebenarnya, masalahnya jauh lebih kompleks. Ketika menyamar sebagai seorang Islam radikal yang dikenal sebagai Murad Denmark, Storm adalah seorang agen CIA yang memainkan peran penting dalam serangan pesawat tak berawak Amerika yang mengakibatkan kemtian Anwar al-Awlaki di Yaman, setidaknya, well, itulah yang ia klaim dalam beberapa waktu terakhir ini.
Menurut surat kabar Jyllands-Posten, sejak tahun 2006,  Storm berada di bawah komando CIA bersama MI6 dan Layanan Operasi Intelijen Denmark, PET. Ia menyusup ke eselon tinggi al-Qaeda. Tapi ia kemudian bertikai dengan brokernya di Amerika, setelah mereka mengingkari tawaran hadiah untuk membunuh Awlaki.
Storm kini diduga berada di sebuah persembunyian, tetapi kemungkinan di Inggris. The Independent memprediksikan mungkin Storm menyewa sebuah daerah hutan dekat Wetherby, West Yorkshire, di mana ia bermaksud untuk melaksanakan pelatihan atas nama perusahaan kegiatan luarnya.
Namun, meskipun ia melakukan beberapa latihan eksplorasi di sana, ia menghilang tanpa membayar sewa tahun lalu. Penduduk setempat menyebutnya sebagai tokoh yang masuk akal yang tidak pernah mengungkapkan iman Islamnya.
Website perusahaannya, Outdoors Storm, mengacu pada pengalamannya keliling dunia, dan ia hidup di antara suku-suku Badui di Yaman Utara.
Untuk sebagian besar waktunya di Inggris, ia tinggal di Luton. Storm melatih pemuda Muslim belajar bahasa Arab dan menggambarkan dirinya sendiri sebagai “pejuang suci” yang membantu merekrut anggota untuk kelompok yang dicap teroris seperti al-Muhajirun.
Farasat Latif dari Luton Islamic Centre mengatakan ia awalnya mengenal Storm sebagai pribadi yang “ramah dan sangat periang”, anggapan itu cepat berubah. “Dia sangat gila perhatian. Dia pertama kali memperkenalkan dirinya sebagai mantan anggota geng sepeda dan bercerita tentang petualangannya.. Tapi dia mengatakan dia ingin meninggalkan semua itu dan menjadi Muslim yang baik,” kata Latif.
Dalam waktu enam bulan, Storm menuduh para pemimpin masjid sebagai mata-mata untuk badan intelijen.
“Morten Storm tidak hanya menyusup dalam kelompok-kelompok ekstremis di Luton, tapi ia juga mempromosikannya, membantu mereka merekrut anggota, dan membantu mereka dalam teologis membantah lawan-lawan mereka. Singkatnya, ketika ia melakukan pekerjaan kotor CIA di Yaman, ia memberi nama yang buruk sekali kepada kelompok agama di Luton,” tambah Latif.
Anggota masyarakat setempat sangat bingung pada ayah dua orang anak ini, yang bisa entengnya meminjam uang untuk membeli popok anak-anaknya, tetapi kemudian mampu untuk melakukan perjalanan ke Yaman.
Storm mengklaim pertama kali bertemu Awlaki pada tahun 2006 di ibukota Yaman, Sanaa. Dia mengatakan, organisasi intelijen “tahu bahwa Anwar melihat saya sebagai teman dan kepercayaannya. Mereka tahu bahwa saya bisa menghubunginya, dan mencari tahu di mana dia tinggal.”
Rencana pertama adalah menanam alat pelacak pada ulama tersebut pada tahun 2009. Awlaki ketika itu tinggal di Provinsi Shabwa yang terpencil. Pertemuan terakhir mereka berada di rumah seorang simpatisan pada bulan September tahun itu juga.
Ketika ia kembali ke Kopenhagen (Denmark), ia bertemu PET dan CIA yang mengidentifikasi rumahnya dengan menggunakan gambar satelit. Tempat itu kemudian dihancurkan oleh pasukan keamanan Yaman. Pada April 2011, Storm mengaku telah mengadakan pertemuan lagi dengan agen CIA di sebuah hotel di Helsingør, Denmark bagian timur, di mana ketika itu mereka menggulirkan rencana soal flashdisk USB untuk Awlaki ditetaskan.
Ketika terjadi pertemuan dengan pejabat AS setelah kematian Awlaki, Storm mengklaim ia diberitahu bahwa “karyanya” telah diakui. Sebuah rekaman yang dibuat pejabat mengatakan: “Saya sedang berbicara tentang Presiden Amerika Serikat. Dia tahu Anda orang yang berkontribusi. Dan kami sangat berterima kasih…” [sa/islampos/theindependen/khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]
Title: Morten Storm; Lahir di Denmark, Tinggal di Yorkshire, & Menghadiahkan Awlaki pada CIA di Yaman
Posted by:Yulia Nisa
Published :2012-10-21T07:11:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
Morten Storm; Lahir di Denmark, Tinggal di Yorkshire, & Menghadiahkan Awlaki pada CIA di Yaman

Artikel Terkait

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Web Desain by jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global