Guest Book

powered by Is Banned ???

You Are Here: Home - Indonesia - Dita Indah: Dari 59 Juta TKI, Mayoritas Hanya Tamatan Sekolah Dasar


syahidah.web.id - Sementara itu, staf khusus Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Dita Indah S. mengakui, penyebab utama masih banyaknya TKI yang memilih bekerja di luar negeri karena pemerintah belum bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk mereka. Karenanya, pemerintah mengaku tidak bisa mencegah keinginan mereka untuk bekerja di luar negeri.
“Migrasi merupakan realitas global tapi kita (Pemerintah, red.) bertugas menjaga dan mengatur bukan menghambat,” terang Dita saat “Seminar Tokoh Perempuan Menjawab Kontroversi Iklan TKI On Sale: Sekedar Provokasi atau Realitas Dehumanisasi Perempuan Indonesia?,” di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, belum lama ini.
Menurut data yang dimiliki Kemenakertrans, sekitar 1,3 juta TKI adalah TKI tak berdokumen dan 1,1 juta adalah TKI berdokumen. Tidak hanya itu, mayoritas TKI bermasalah dengan overstay (kelebihan izin tinggal, red).
“Saat ini masih ada 5500 TKI ilegal di Yordania dan mereka masih belum bisa pulang karena ditahan oleh majikannya,” terangnya lagi.
Yang menjadi masalah utama TKI, ungkap Dita, adalah literasi, pendidikan dan kompetensi. Dari 59 juta TKI, 52 juta TKI merupakan tamat SD dan tidak tamat SD. Melihat data yang ada, Kemenakertrans memberikan pelatihan, kompetensi kepada TKI.
“Masing-masing negara menetapkan sendiri berapa lama pelatihan yang harus didapat dari seorang TKI. Malaysia menerapkan pelatihan 200 jam, Singapura 400 jam dan Hongkong 600 jam. Selain itu, pendidikan dari TKI ditentukan dari negara yang meminta,” paparnya.
Ia juga mengungkapkan dari Desember 2011, baru 64 TKI yang ditempatkan di Malaysia.
Pemerintah Malaysia sendiri telah meminta pemerintah Indonesia untuk meninjau ulang isi MoU (Memorandum of Understanding) tapi pemerintah Indonesia menolak.
Take it or leave it, Malaysia mau ambil atau tidak ya silahkan, standar di Malaysia akan kita tetapkan juga di Saudi,” ungkapnya.
Namun, ia mengakui, karena masih banyaknya permintaan tenaga kerja dari luar, pemerintah merasa dilema menghadapi masalah TKI.
“Penutupan total akan menimbulkan atau membawa resiko baru,” ujarnya.
Sementara Muslihah, dari Migrant Care menilai selama ini banyak perempuan yang menjadi TKI karena posisi yang tidak setara. Ia juga mengungkapkan beberapa sebab kenapa kasus kekerasan dan pelecehan terhadap TKI ini berulang.
“Tidak adanya program pembinaan dan pemberdayaan, pengawasan tidak ada, penegakkan hukum yang lemah terhadap PJTKI yang nakal, diplomasi hukum yang lemah dan data trafickking (perdagangan manusia, red.) semakin bertambah tiap tahunnya,” terang Muslihah yang ikut menjadi nara sumber.
Oleh karenanya, ia mendesak pemerintah untuk lakukan investigasi secara mendalam mengenai iklan yang menjual TKI dan mendesak Malaysia atau negara lain untuk selesaikan secara tuntas mereka yang menjual TKI.* [www.syahidah.web.id]
Title: Dita Indah: Dari 59 Juta TKI, Mayoritas Hanya Tamatan Sekolah Dasar
Posted by:Yulia Nisa
Published :2012-11-22T16:35:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
Dita Indah: Dari 59 Juta TKI, Mayoritas Hanya Tamatan Sekolah Dasar
Tags: Indonesia

Artikel Terkait

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Web Desain by jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global