Guest Book

powered by Is Banned ???

You Are Here: Home - Kesehatan - Kesehatan Ibu dan Anak, Akankah Hanya Menjadi Harapan di Masa Depan?


Kesehatan Ibu dan Anak, Akankah Hanya Menjadi Harapan di Masa Depan?syahidah.web.id - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-48 tahun 2012 pada 12 November lalu memfokuskan pada pelayanan kesehatan ibu sebagai salah satu target MDGs (Millennium Development Goals) yang belum tercapai. Tema HKN adalah Indonesia Cinta Sehat dengan subtema Ibu Selamat Anak Sehat, karena merupakan sasaran prioritas pembangunan kesehatan. Pencapaian derajat kesehatan masyarakat ditandai antara lain dengan menurunnya angka kematian bayi (AKB), menurunnya angka kematian ibu (AKI), menurunnya prevalensi gizi kurang dan gizi buruk serta meningkatnya umur harapan hidup (UHH).

Di Indonesia data SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) menyatakan AKB telah menurun dari 35 per 1.000 kelahiran hidup (2004) menjadi 34 per 1.000 kelahiran hidup (2007). Sementara AKI menurun dari 307 per 100.000 kelahiran hidup (2004) menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup (2007). Meski telah mengalami penurunan yang cukup banyak, indikator AKB dan AKI dalam MDGs masih jauh dari target yang ditentukan dan harus dicapai pada 2015. Pemerintah masih harus bekerja keras untuk mencapai target MDGs sesuai kesepakatan yaitu AKB 24 per 1.000 kelahiran hidup dan AKI 102 per 100.000 kelahiran hidup pada 2015.

Jumlah kematian anak di dunia masih tinggi. Menurut data 2011, terdapat 6,9 juta kematian anak karena berbagai sebab. Dari jumlah tersebut sekitar 4 juta kematian sebenarnya bisa dicegah dengan solusi sederhana namun efektif.

Menurut Asteria Aritonang Campaign Director Wahana Visi Indonesia dalam acara konferensi pers menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2012 di Jakarta, Jumat (9/11/12) yaitu 6 penyebab kematian anak tertinggi adalah komplikasi kelahiran prematur, pneumonia, infeksi bayi baru lahir, diare, komplikasi saat persalinan, serta malaria. “Dengan upaya sederhana seperti inisiasi menyusu dini (IMD), pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI yang tepat saja sudah bisa menurunkan sampai dua persen.”

Upaya pencegahan kematian pada anak lainnya antara lain pemberian imunisasi, sanitasi, ketersediaan oralit, hingga penggunaan kelambu di daerah endemik malaria. Dengan jumlah kematian bayi yang mencapai 134.000 per tahun, Indonesia yang memiliki pendapatan per kapita 3000 dollar AS berada di urutan yang sama dengan Bangladesh yang pendapatan per kapitanya hanya 700 dollar AS atau Afghanistan dan Ethiopia yang pendapatan per kapitanya kurang dari 700 dollar AS.

Pentingnya kesehatan ibu dan anak
Kesehatan ibu dan anak –juga masyarakat pada umumnya– memang sudah selayaknya menjadi prioritas. Ibu dan anak adalah aset bangsa. Ibulah yang akan menjadi pendidik anak agar menjadi generasi berkualitas. Anak adalah generasi penerus yang masa depannya sangat ditentukan bagaimana kesehatannya, khususnya saat usia dini.

Mengapa kesehatan Ibu dan anak menjadi sangat penting?
Pertama, bila para ibu yang sehat secara jasmani dan rohani maka dari rahim para ibu yang sehat jasmani dan rohani itu akan lahir anak-anak yang sehat. Apabila lahir anak-anak yang sehat maka akan tumbuh generasi muda yang sehat, tangguh, cerdas sebagai penentu nasib bangsa pada masa depan.
Kedua, program ibu dan anak harus berkesinambungan, terus menerus dilakukan, tidak boleh hanya sekali saja atau waktu tertentu saja. Para ibu harus memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya kesehatan dirinya dan kesehatan anak-anak yang sudah dilahirkan dan yang akan dilahirkan.
Ketiga, pelayanan KIA harus terus ditingkatkan secara kualitas (mutu) dan secara kwantitas (jumlah) dari para ibu dan anak yang dilayani kesehatannya. Namun saat ini, akses terhadap layanan kesehatan makin tak terjangkau dengan biaya yang mahal akibat kapitalisasi di bidang kesehatan. Karena itu harus ada kebijakan yang memudahkan dan memurahkan akses layanan kesehatan tanpa pandang bulu.

Masyarakat sejahtera dengan Islam
Islam sangat memperhatikan kondisi kesehatan sehingga dalam Al-Quran dan Al-Hadits ditemui banyak referensi tentang sehat. Misalnya Hadits Bukhari yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda. “Dua nikmat yang sering tidak diperhatikan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang.”
Islam sebagai agama yang sempurna, mengatur semua aspek kehidupan. Memberikan perhatian besar terhadap kelangsungan keluarga, sesuai posisinya sebagai bagian penting dalam masyarakat. Tentu saja faktor keluarga menjadi penentu baik atau buruknya suatu masyarakat.
Keselamatan dan kesehatan ibu hamil dan anak-anak merupakan tulang punggung dari kesinambungan manusia di dunia ini. Kewajiban semua pihaklah untuk peduli terhadap masalah tersebut.

Kesehatan ibu dan anak adalah pemeliharaan ibu secara umum :
Masa kehamilan, Kesehatan seorang wanita yang sedang mengandung dapat berpengaruh pada diri sendiri dan calon bayi yang dikandungnya. Maka pola makan sehari-hari harus diperhatikan dengan baik, yaitu pola makan yang halal, thoyyib (baik), sehat dengan gizi yang seimbang.
Bila calon ibu sehat wal afiat, insya Allah bayi dalam kandungannya pun akan berkembang normal dan sehat. Maka usaha untuk menjadi ibu yang sehat dan bayi dalam kandungan yang sehat harus terus diutamakan dan diusahakan
Allah SWT berfirman:
الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً
“Dialah yang telah  menciptakan kamu dari jiwa yang satu, lalu dijadikan darinya pasangannya, lalu melahirkan dari keduanya banyak laki-laki dan perempuan …”. (QS. An-Nisaa: 1)
Masa Melahirkan, pasca melahirkan wanita memerlukan perhatian  khusus di bidang kesehatan. Di samping banyaknya darah kotor yang keluar pada masa nifas, kondisi wanita juga masih dalam keadaan luka (karena melahirkan). Perawatan kesehatan diperlukan untuk mencegah berbagai penyakit. Diakui bahwa kebersihan merupakan pangkal kesehatan. Islam telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa kebersihan merupakan anjuran yang dikaitkan dengan keimanan.
Masa Menyusui, susu merupakan makanan terpenting dan sumber kehidupan satu-satunya bagi bayi di bulan-bulan pertama usianya. Susu terbaik untuk anak adalah air susu ibu, karena dengan menyusui terjadilah kontak cinta dan kasih sayang antara ibu dan anak. seperti diketahui, ASI ternyata berperan besar dalam membentuk ketahanan tubuh seorang bayi dari penyakit, juga berperan dalam pembentukan karakter dan kecerdaasan seorang bayi.
Allah swt berfirman:
حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلاثُونَ شَهْرً
“Seorang ibu mengandung anak dan menyapih (memberikan air susu) kepada anaknya selama 30 bulan.” (QS. Ahqaf : 15)
Di antara hak anak dalam hal pengasuhan yang diatur dalam ajaran Islam (Q;S: Al-Baqarah, ayat 233) adalah mendapatkan air susu Ibu (ASI) sejak lahir, idealnya hingga usia dua tahun penuh. Dua tahun penuh sebagai durasi ideal seorang bayi mendapat ASI, tanpa harus membebani Ibunya secara berlebihan, apalagi hingga membuat sang Ibu sengsara.
Karenanya Islam juga memberi solusi bagi ibu yang kurang sehat boleh menitipkan penyusuan kepada perempuan lain, atas kesepakatan bersama suami. Penyusuan boleh dihentikan sebelum dua tahun, tapi terlebih dahulu kedua orang tua harus bermusyawarah untuk melihat baik buruknya pengehentian penyusuan tersebut.

 Hal ini ditegaskan dalam Al-Quran:
فَإِنْ أَرَادَا فِصَالا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا
 “Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan musyawarah, maka tidak ada dosa bagi keduanya.” (Q.S. Al-Baqarah; 233)
Kesehatan merupakan salah satu subsistem dalam mencapai derajat kesejahteraan. Kesehatan hanya bisa diperoleh secara ideal jika masyarakat sejahtera. Karena itu tak hanya sektor kesehatan, butuh sistem komprehensif yang mendukung ke arah terwujudnya masyarakat sehat, yakni dengan penerapan sistem ekonomi, pendidikan, dan lain-lain. Namun tentu bukan dengan mempertahankan sistem kapitalisme, yang justru menjauhkan masyarakat dari kesehatan dan kesejahteraan, melainkan hanya dengan Islam kesejahteraan itu akan diraih.
Wallâhu a’lam bish-shawâb
Oleh: Ummu Ghiyas Faris
Title: Kesehatan Ibu dan Anak, Akankah Hanya Menjadi Harapan di Masa Depan?
Posted by:Yulia Nisa
Published :2012-11-29T15:08:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
Kesehatan Ibu dan Anak, Akankah Hanya Menjadi Harapan di Masa Depan?
Tags: Kesehatan

Artikel Terkait

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Web Desain by jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global