Guest Book

powered by Is Banned ???

You Are Here: Home - Indonesia - Update #1[wakafquran.org]. Jabal Nur, Saksi Dakwah Di Tengah Suku Tengger




syahidah.web.id - Masjid Jabal Nur merupakan saksi dan bukti adanya geliat dakwah di tengah warga suku Tengger Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. “Awalnya seluruh warga suku Tengger memeluk agama Hindu, namun kini sebagian warga Tengger di Desa Argosari sudah ada yang beragama Islam” ungkap Martiam, Kepala Desa Argosari.
Tidak mudah mencap`i lokasi yang berketinggian 2900 meter di atas permukaan laut (dpl) tersebut. Karena selain keimanan dan kesadaran untuk menunaikan kewajiban berdakwah, kekuatan fisik pun mutlak diperlukan bagi dai yang akan berdakwah ke kawasan pegunangan Semeru-Bromo tersebut. Dan syarat itu ada pada diri Haji Matro’i, Pimpinan Taman Pendidikan Al-Qur’an Nurul Huda, Desa dan Kecamatan Pasrujambe, Lumajang.
http://www.wakafquran.org/asset/inc/timthumb.php?src=/upload/user/ngadminwq/16-Nov-2012/IMG_2007.JPG&w=365&h=288&zc=3Pada 1997, ia membulatkan tekad untuk berdakwah ke Argosari, karena menurutnya di sana tidak ada dai yang mendakwahkan Islam. Dengan penuh semangat, lelaki kelahiran 1939 mengayuh sepeda ontel ke Kecamatan Senduro sampai mentok tidak bisa digunakan lagi lantaran medannya tidak memungkinkan.
Setelah sepeda dititipkan pada salah seorang warga, ia pun berjalan kaki mendaki jalan setapak yang terjal yang penuh semak belukar menuju Argosari. Sesampainya di lokasi, ia mendatangi warga dari rumah ke rumah. “Dan pada tahap pertama saya ke situ tidak membicarakan agama sama sekali,” ungkapnya.
Lelaki yang memiliki pengalaman dan ilmu yang cukup tentang pertanian tersebut memberikan pencerahan terkait pertanian termasuk mengajarkan menanam bawang. Lama-lama kenal dan akrab. Kemudian berbicara tentang agama. Salah satunya menjelaskan dalam Islam itu tidak ada pembagian kasta. Semua sama, sederajat, yang membedakan hanyalah ketakwaannya.
Perlahan tapi pasti, satu-persatu warga Tengger masuk Islam. Hingga pada 2000, Matro’i mendirikan Mushola Jabal Nur di Dusun Gedok yang berkapasitas 50 jamaah. Di Jabal Nur, Matro’i mengajarkan shalat, baca Al-Qur’an dan fikih.
Seiring berjalannya waktu, dakwahnya tidak lagi sendirian. Beberapa dai lainnya termasuk Gus Wahid dengan sukarela turut berdakwah ke Argosari. Tahun 2005 akses menuju lokasi semakin mudah dengan diperlebarnya jalan sehingga sepeda, bahkan motor bebek 70-nya Gus Wahid hilir mudik bak setrikaan di jalan berbatu tersebut.
Pada 2010 Jabal Nur direnovasi menjadi masjid, bantuan teman-teman dari Hidayatullah. Sejak awal dakwah hingga saat ini, setidaknya 300 dari sekitar 3000-an warga Tengger Argosari masuk Islam. “Sebagian besar berada di Dusun Gedok,” ungkap Martiam yang menjadi mualaf pada 2004.
Pada 30 Oktober-1 Nopember 2012, Badan Wakaf Al-Qur’an merealisasikan program Al-Qur’an Road Trip Bromo sisi Lumajang. Mendistribusikan sekitar 2000 Al-Qur’an wakaf  dari kaum Muslimin ke TPA, masjid dan mushala di tujuh kecamatan yakni  Senduro, Tempeh, Randuagung, Sukodono, Kedungjajang dan Ranuyoso. Dan tentu saja tak ketinggalan, Al-Qur’an wakaf pun didistribusikan kepada jamaah Masjid Jabal Nur dan kepada santri TPA-nya Haji Matro’i. “Alhamdulillah, kami sangat senang dan berterima kasih atas wakaf Al-Qur’an yang diberikan,” ungkap Matro’i, Rabu (31/10).[www.wakafquran.org/www.syahidah.web.id]
Title: Update #1[wakafquran.org]. Jabal Nur, Saksi Dakwah Di Tengah Suku Tengger
Posted by:Yulia Nisa
Published :2012-11-29T08:38:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
Update #1[wakafquran.org]. Jabal Nur, Saksi Dakwah Di Tengah Suku Tengger
Tags: Indonesia

Artikel Terkait

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Web Desain by jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global