Guest Book

powered by Is Banned ???

You Are Here: Home - Muslimah - Transformasi Hijab Masa Kini

A90eQjQCQAIAXln.jpg:large (480×329)
Oleh : Nita Nopiyana 
www.syahidah.web.id -Islam adalah agama yang sempurna. Islam mempunyai aspek pengaturan  seluruh hidup manusia dan alam semesta ini.  Seorang muslim kita tidak bisa hidup bebas ibarat burung-burung yang terbang bebas di udara. Karena  peran Allah bukan hanya Sang Kholiq tetapi juga  Al Muddabir. Sehingga kita tidak bisa hidup dengan berpaham liberal melainkan seluruh aktifitas kita harus tunduk pada hukum-hukum syara’ yang telag mengikat aktivitas kita . Semua jejak kita akan dipertanggungjawabkan kelak.
Al Qur’an dan Al Hadis telah memerintahkan kita untuk menutup aurat baik laki-laki maupun perempuan menurut aturan-aturan yang telah ditetapkan. Hal ini semata-mata untuk memuliakan makhluk yang bernama manusia, untuk membedakan dengan makhluk yang lainnya. Jika aturan-aturan itu untuk memuliakan kita mengapa kita tidak melaksanakannya?
Begitupun islam sangat menjaga kehormatan seorang wanita. Islam mengajarkan ada pemisahan hubungan laki-laki dan perempuan. Wanita harus menutup hijab untuk menjaga kehormatan diri.
Kita telah lama mengetahui bahwa seluruh bagian tubuh wanita merupakan aurat yang mesti tertutup rapat.
Dalam sebuah riwayat dikatakan, Rasulullah berkata “Wahai Asma’: Sesungguhnya wanita yang telah haid tidak layak baginya terlihat dari tubuhnya kecuali ini dan ini…” (wajah dan telapak tangan) [HR. Abu Dawud, no. 3580] .
Oleh karena itu islam mempunyai aturan bagaimana aturan hijab seorang wanita dengan kerudung dan jilbab. Dengan hijab maka wanita akan terjaga dan terpelihara. Hijab akan melindungi harkat dan martabat wanita.
Banyak orang mendefinisikan kerudung dan jilbab tidak jauh beda,artinya  makna yang kembar. Kerudung itu jilbab, jilbab itu ya kerudung. Jika mereka berpendapat seperti itu ,lalu  kenapa dalam Al Qur’an ada dua kata, yaitu, kewajiban mengulurkan  jilbab keseluruh tubuh dan kewajiban menutupi kerudung ke dada? tentunya jika maknanya sama cukup satu kata saja yang dipakai, kerudung atau jilbab. Tetapi jika kita telusuri lebih dalam apa makna dua kata ini terdapat perbedaan yang  signifikan berbeda dari kata maupun makna.

Katakanlah kepada wanita yang beriman:
"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya,dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya,kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya... (TQS an-Nur [24]: 31).

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka" (TQS al-Ahzab [33]: 59)

Dalam firman Allah diatas sangat jelas, perbedaan yang sangat singkron
antara jilbab vs kerudung. Masyarakat dewasa ini mendefinisikan makna yang sama. Padahal pakaian adalah suatu hal yang sangat urgent menutupin hijab seorang muslimah.

Ketika kita sudah meyakini keimanan kita kepada Allah maka kita harus tunduk kepada Al Qur’an dan hadis yang menjadi road map hidup jejak yang kita tapaki. Ketika Al Qur’an kita dapati maknanya masih belum jelas lantas kita berpedoman pada hadis yang akan menerangkan setiap subhat kita.  Masih belum yakin dengan definis jilbab ?

Ibnu Hazm berkata: "Jilbab dalam bahasa Arab yang dinyatakan oleh Nabi SAW ialah, busana yang menutupi seluruh badan  dan tidak hanya sebagiannya.“

Jadi sangat jelas makna yang terkadung dalam defisi diatas dan bisa dibuka tafsir yang lain. Tentunya Allah menurunkan setiap perintah pasti untuk kebaikan manusia sendiri.

Dalam era serba modern dan zaman berganti zaman hijab pun mengalami transformasi. Yang menjadi sebab musabab karena sekarang kita berada pada sistem kapitalisme yang beraqidahkan sekularisme dengan melahirkan orang-orang yang berpikir liberal. Hijab pun mengalami trasnformasi mulai dari makna yang disalagunakan sampai berbagai model hijab pun bervariasi.

Batas syar’i dari khimar(kerudung) yaitu ditutup sampai menutup dada. Belakangan ini, berkembang majalah dan buku-buku yang isinya turorial menggunakan kerudung supaya lebih modis. Mulai dari padu warna bermacam-macam corak , sampai dililit dari leher sampai ke kepala. Tak kalah serunya di pasar banyak tersedia kerudung yang tidak syar’i karena bahan yang digunakan sangat tipis dan transparan, dengan alasan mudah dibentuk berbagai gaya. Harga julanya bervariasi mulai dari 10 ribu sampai 100 ribu. Ini bukan masalah mahal atau tidaknya, tapi syar’i atau enggak. Sangat disayangkan semua itu tidak ada artinya dihadapan Allah. Tidak ada efeknya jika memakai kerudung masih tipis dan transparan, sedangkan fungsi kerudung untuk menutup mahkota rambut dan kepala kita.

Ada juga model khimar layaknya punduk unta. Para muslimah dengan niat ingin menggulung rambut supaya tidak berserak kemana-mana, eh malah membentuk tonjolan menyerupai punuk unta. Yang dilakukan ini ternyata haram.

“ada 2 golongan penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: pertama kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia. Kedua ,para wanita yang berpakaian tapi telanjang berlenggak-lenggok, kepada mereka seperti punuk unta yang miring,wanita seperti ini takkan masuk surga dan takkan mencium baunya, walau baunya tercium selamma perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim).
                                                                                                                       
Hijab  yang seharusnya menjadi identitas seorang muslimah untuk menjaga kehormatannya dan ketundukan atas perintah Allah malah dinodai dengan suatu trend fasion yang pemakaiannya sangat liberal.
Wahai muslimah hijablah dirimu dengan aturan yang telah Allah tetapkan . Jangan kau ikuti nalurimu saja. Sesungguhnya Allah menetapkan suatu hukum tentunya manusia mampu menjalankannya.Lihatlah di belahan dunia sana banyak wanita muslimah yang  tidak bisa leluasa menutupi hijabnya karena para musuh-musuh islam selalu mengincar mereka dengan sebutan teroris serta dianggap orang aneh yang tidak mau mengikuti zaman. Contohnya saja Prancis, para muslimah dilarang menggunakan cadar dan niqab dengan alasan muslimah yang mengenakan hijab itu melakukan kejahatan kesopanan. Para perempuan di Prancis yang berpaham liberal mereka melakukan pawai setengah telanjang melintasi mayoritas muslim di kota itu dengan kalimat seperti “No to Syariah”, ironisnya ini malah didukung pemerintah setempat dengan alasan itu hak seseorang untuk mengekspresikan diri, sedangkan para muslimah menutup hijab dilarang.
Inilah buah busuk dari sistem yang sangat menjerat manusia didunia ini. Sosok khalifah yang dirindukan akan menjadi sosok riayah su’unil ummah yang akan menjaga aqidah umat, masyarakat, bahkan negara.

Ingatlah , kita ini berasal dari mana? apa yang sebenarnya menjadi motif kita didunia ini dan akan kemana kita setelah kehidupan ini? Tiga pertanyaan ini dengan mudah kita jawab bahwa kita ini berasal dari Allah dan tentunya setiap jejak yang kita tapaki harus taat kepada aturan yang telah Allah tetapkan. Tapi bagaimana realisasinya? patut kita renungin sobat D’rise yang masih berkutat memakai hijab hanya ikut arus trend saat ini. Dengan hijab kau akan semakin cantik lho...
Tidak ada kata terlambat, yang ada Kita mau berubah atau tetap pada kondisi hari ini? Bukankah orang-orang yang beruntung itu fase hidupnya bahwa hari ini akan lebih baik dari hari kemarin?

Yok.. sobat  kita berevolusi berbenah diri menjalankan semua aturanNya secara paripurna.
[www.syahidah.web.id]
Title: Transformasi Hijab Masa Kini
Posted by:Hisyam Ad dien
Published :2013-08-03T04:17:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
Transformasi Hijab Masa Kini
Tags: Muslimah

Artikel Terkait

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Web Desain by jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global