Guest Book

powered by Is Banned ???

You Are Here: Home - Renungan - Mengapa Allah Menunda Permintaan Kita?

www.syahidah.web.id - Manusia seringkali tidak sabar dalam menanti agar permintaan atau keinginannya segera terwujud, segera dikabulkan. Padahal, Allah lah yang paling mengetahui kapan waktu yang tepat sebuah takdir dapat dijalani seseorang. Siapapun ia, apapun profesinya, hendaklah bersabar sampai saatnya tiba.
Lalu sebenarnya, mengapa Allah menunda mengabulkan permintaan kita? Berikut ulasan dari ummi-online :
Seorang mama muda yang cantik dan pintar tengah dilanda gulana. Dia merasa hidupnya tidak berguna. Hanya menjadi istri. Hanya menjadi ibu dari anak-anaknya yang aktif. Hanya menjadi “sesuatu yang tidak terlihat”. Setiap hari, yang ia lakukan hanya mengeluh. Mengomeli khadimatnya, berbusa-busa meratap di semua media sosial, dan tidak lupa memarahi anak-anak serta suaminya. Dari sisi finansial, mama muda tersebut tidak kekurangan. Ia “hanya” merasa tidak berguna karena menjadi seorang ibu dan istri, bukan dirinya sendiri. Itu saja.
Di saat yang sama, seorang gadis cantik cerdas dan baik hati yang usianya tidak lagi muda diam-diam mengidamkan untuk segera dipertemukan dengan jodohnya. Gadis yang senantiasa menjaga diri di tengah kariernya yang menanjak tersebut bahkan rela menanggalkan semuanya jika nanti menikah. Namun selama Allah masih belum memberikan jodoh, ia akan melakukan beragam aktivitas positif sembari terus memperbaiki diri.
Di tempat yang berlainan di saat yang sama pula, seorang istri yang sudah mendambakan hadirnya seorang anak setiap malam bermunajat kepada Allah berharap Sang Pencipta memberikan ia kesempatan untuk menjadi seorang ibu. Ia bahkan tidak terlalu peduli dengan debat tidak penting yang membahas seputar working mom versus stay at home mom. Baginya yang paling penting saat ini adalah memiliki anak. Ia berjanji, jika Allah memberikan kesempatan itu, prioritas pertama tentunya akan beralih kepada sang anak. Ia tidak terlalu peduli lagi dengan segala macam kegiatan dan kesibukan yang ia geluti saat ini. Namun, ia sadar sesadar-sadarnya bahwa semua itu adalah kuasa Allah, terlepas dari masalah ikhtiar yang harus dilakukan terus-menerus dan tak putus-putus. Itu sebabnya, sembari menunggu kehadiran buah hati, sang calon ibu muda tersebut mengisi waktunya dengan hal-hal positif sembari terus mengasah ilmu tentang menjadi orang tua yang baik.
Mungkin, Allah menunda permintaan kita untuk mengajari kita tentang betapa berharganya sesuatu yang kita inginkan tersebut. Sehingga ketika suatu saat nanti kita diberi kesempatan, kita benar-benar bisa mensyukuri dan menjaga amanah itu dengan sebaik-baiknya.
Mungkin, Allah menunda permintaan kita karena Allah sangat sayang dan peduli. Jangan-jangan, ketika Allah memberikan sesuatu itu terlalu cepat, kita jadi sombong dan tidak bisa bersyukur. Jangan-jangan ketika Allah memberikan semua permintaan kita dengan mudah, kita malah jadi si pengeluh. Allah tidak ingin itu terjadi. Allah ingin mematangkan emosi kita terlebih dahulu. Allah begitu sayang kepada kita.
Mungkin, Allah menunda permintaan kita karena DIA masih ingin kita belajar dan terus menambah ilmu. Sehingga ketika nanti Allah memberikan amanah luar biasa itu, kita sudah memiliki ilmu yang banyak yang akan sangat berguna.
Bukankah Allah sesuai prasangka hamba-Nya?
Tugas kita hanyalah berusaha dan memasrahkan hasilnya kepada Allah. Dia pasti akan mengabulkan permintaan kita. Pasti. Hanya saja, waktunya yang tidak kita ketahui. Waktu kita dan waktu Allah memang berbeda. Menunggu sehari, seminggu, sebulan, setahun, mungkin bagi kita sudah sangat lama. Tapi menurut Allah, ternyata masih sebentar.
Tetaplah terus percaya kepada Allah, tidak ada keraguan sedikit pun. Sungguh, hanya dengan percaya kepada Allah hati kita menjadi kuat dan tenang, insyaaAllah siap menghadapi beragam tantangan dunia. Jika tidak percaya kepada Allah, lalu kepada siapa? Tidak hanya kita saja yang sedang menunggu, tapi semua orang, hanya saja beda obyek yang ditunggu.
Semoga kelak ketika Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk menggenggam sesuatu yang diidam-idamkan, kita benar-benar bisa menjadi hamba-Nya yang bersyukur dan tidak menjadi hamba-Nya yang kufur dengan terus mengeluh dan mengeluh (merasa tidak berguna dan tidak berguna). Percaya, Allah menyayangi kita. Sangat cukup, kan?
Title: Mengapa Allah Menunda Permintaan Kita?
Posted by:Yulia Nisa
Published :2015-08-30T13:44:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
Mengapa Allah Menunda Permintaan Kita?
Tags: Renungan

Artikel Terkait

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Web Desain by jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global