Guest Book

powered by Is Banned ???

You Are Here: Home - Berita , Internasional - Pemerintah Quebec Mengajukan RUU Pelarangan Niqab

www.syahidah.web.id - Masalah identitas keagamaan kembali menjadi topik utama, Pemerintah Quebec telah mengajukan RUU baru terkait pelarangan menutup wajah di tempat umum. Namun hal ini dikritisi oleh Muslim Kanada karena memberikan gambaran negatif tentang Muslim.
“Mereka terus-menerus membawa ke wacana publik gambar-gambar perempuan yang menutupi wajah mereka. Begitu gambar tersebut datang ke orang-orang media, mereka bereaksi terhadap hal itu, “Amira Elghawaby, Koordinator Human Rights di Dewan Nasional Muslim Kanada, mengatakan kepada Montreal Gazette seperti dilansir onislam.net, Kamis (11/06/2015).
“Ini yang tidak diketahui dan tidak nyaman bagi orang-orang yang belum pernah melihat hal itu sebelumnya dan dapat menciptakan asumsi yang salah bahwa semua wanita Muslim menutupi wajah mereka walupun sebenarnya tidak begitu.”
“Ini memperkuat gagasan bahwa Muslim, asing dengan budaya ini. Tapi mereka adalah dokter, wartawan, dan para ilmuwan yang mengambil bagian dalam masyarakat dan pergi menghilang – menjadi sekitar minoritas yang kecil,” tambahnya.

RUU baru 62 itu diajukan Rabu, 10 Juni, di Majelis Nasional.

Melarang penutup wajah bagi orang-orang yang ingin menawarkan dan menerima pelayanan publik sebenarnya tidak sejauh upaya pemerintah Parti Québécois sebelumnya yang melarang semua simbol-simbol agama. Provinsi ini akan mengakomodasi simbol-simbol agama dalam kondisi tertentu.
Menteri Kehakiman Couillard, Stéphanie Vallée, mengatakan pada Rabu (10/06/2015) bahwa RUU ini bukan tentang apa yang Anda kenakan.
“Kami tidak terlalu peduli pada pakaian,” kata Vallee. “Pelayanan publik harus diterima dengan wajah terlihat untuk tujuan keamanan, identifikasi dan komunikasi.” lanjutnya.
RUU baru ini telah disetujui oleh banyak pejabat karena dianggap lebih adil dari Piagam Quebec sebelumnya tentang Hak dan Kebebasan.
“Jika Anda menempatkan masalah akomodasi maka pengecualian dapat dibuat, itu akan membuat lebih mudah untuk lulus tes HAM,” Jack Jedwab, eksekutif wakil presiden dari Asosiasi untuk Studi Kanada, mengatakan.

“Maka itu akan menjadi jelas bagi wanita berniqab bahwa ini adalah tentang mereka. Tapi komunitas Muslim harus menyebarkan tentang hal ini dan banyak umat Islam akan mendukung ini. Ada lebih banyak dukungan yang datang di luar batas agama dan bahasa lebih dari yang kita asumsikan.”
Meskipun mengkritik itu, Elghawaby mengatakan RUU baru, yang menyisakan ruang untuk pengecualian, tampaknya seimbang.
“Saya senang ada konsep akomodasi karena setidaknya ada dialog – sehingga tidak melarang ini atau itu,” kata Elghawaby.

Dia jugamengatakan bahwa masalah wanita mengenakan niqab telah terjadi selama bertahun-tahun, meskipun orang-orang yang mengenakan penutup wajah jumlahnya sedikit.
Salah satu studi memperkirakan ada sekitar 80 perempuan di Ontario yang menutupi wajah mereka, tetapi tidak ada data yang jelas untuk Quebec.
Ada sekitar 2,8 persen penduduk Muslim dari 32.800.000 penduduk Kanada, dan Islam adalah peringkat pertama dari non-Kristen di negara Amerika utara.
Sebuah survei menunjukkan mayoritas Muslim bangga menjadi warga Kanada. Namun, dalam sebuah jajak pendapat baru-baru ini, sebagian besar warga Quebec ditemukan tidak peduli tentang urusan agama.
Meskipun memiliki penduduk Muslim terbesar kedua di Kanada, provinsi timur-tengah Quebec merupakan salah satu provinsi yang paling Islamophobia di negara ini, di mana umat Islam menghadapi berbagai jenis diskriminasi dan rasisme.
Title: Pemerintah Quebec Mengajukan RUU Pelarangan Niqab
Posted by:Yulia Nisa
Published :2015-08-30T16:32:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
Pemerintah Quebec Mengajukan RUU Pelarangan Niqab

Artikel Terkait

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Web Desain by jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global