Guest Book

powered by Is Banned ???

You Are Here: Home - Hijab , Muslimah - Berhijablah Tanpa Tapi dan Nanti.

oleh Agus Ariwibowo

syahidah.web.id - Di komunitas online yang kami kelola sering kali kami tanyakan kenapa belum berhijab secara syari? Jawabannya beragam, ada yang belum siap, ada yang mau hijabi hati dulu, ada yang malu nanti dianggap kampungan, ada yang khawatir nggak laku karena katanya kalau berhijab kayak orang tua, ada juga yang nunggu jadi orang baik dulu, ada yang khawatir kalau berhijab syari malah tidak sesuai antara hijabnya dan prilakunya dan ada juga alasan belum berhijab karena hijab itu mahal dan belum punya uang untuk membelinya.
Janganlah mereka menampakkan perhiasan-nya, kecuali yang (biasa) tampak pada dirinya. Hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya (QS an-Nur [24]: 31).
Wajibnya berhijab bagi seorang muslimah adalah sebagaimana wajibnya shalat, wajibnya zakat, wajibnya puasa. Apakah untuk ibadah-ibadah itu boleh beralasan untuk menundanya?, jelas tidak. Jika tidak mampu shalat berdiri ketika sakit, maka duduklah, jika tidak kuat duduk maka berbaringlah, jika tak bisa berbaring maka shalatlah dengan isyarat. Selama masih ada nyawa dibadan maka tidak ada alasan apapun untuk meninggalkan shalat. Begitu juga dengan puasa, jika sakit atau berhalangan untuk melakukannya maka wajib untuk membayar dan menggantinya dihari lain. Tidak ada alasan, tidak tapi-tapian untuk meninggalkannya, kami yakin semua kita paham tentang hal ini.
Kewajiban untuk berhijab syar’i bagi seorang muslimah juga begitu, bahkan diriwayatkan ketika perintahnya berhijab maka disaat itu juga para shahabiyah (wanita-wanita muslim di zaman Rasulullah SAW) lansung mengambil kainnya dan dipotong untuk ditutupkan ke kepala hingga dadanya (Riwayat Imam Bukhari no. 4758). Tidak ada alasan, tidak ada pertanyaan, tidak kepikiran modisnya, gayanya, stylenya, cocok apa nggak warnya. Mereka Sami’na Wata’na (kami dengar dan kami taat) tanpa bertanya, tanpa beralasan dan tanpa menunda.
Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk mengeluarkan para perempuan pada Hari Idul Fitri dan Idul Adha; para perempuan yang punya halangan, perempuan yang sedang haid dan gadis-gadis yang dipingit. Adapun perempuan yang sedang haid, mereka memisahkan diri dari shalat dan menyaksikan kebaikan dan seruan kepada kaum Muslim. Aku berkata, “Ya Rasulullah, salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab.” Rasul saw menjawab, “Hendaknya saudaranya memin-jami dia jilbab.” (HR Muslim)
Jelas sudah Rasulullah SAW menyampaikan jika belum punya sekalipun dan tidak punya sama sekali uang untuk membeli maka kewajiban bagi saudaranya yang lain untuk meminjamkannya. Berhijab syari tak harus menunggu sempurna dulu dalam ketaatan, menunggu baik dulu sikap dan prilakunya. Karena InsyaAllah dengan berhijab syari Allah akan mampukan kita untuk jadi lebih baik, Allah bantu kita untuk jadi lebih taat. Sejatinya kebaikan berhijab syari untuk wanita muslimah agar ia lebih terjaga perhiasannya, berhijab syari juga bukti dari kebanggaan pada Islam karena hijab identitas seorang muslimah.
Ayo menjadi Muslimah Sejati, berhijab mulai saat ini tanpa tapi, tanpa nanti. Berat memang di awal tapi yakinlah akan terasa indahnya di kemudian hari.[www.syahidah.web.id]

Sumber: http://www.elmina-id.com/berhijablah-tanpa-tapi-dan-nanti/
Sahabat Syahidah, Baca yuuk:

Elegan Tapi Terlarang (Catatan Untuk Para Model Hijab)

Title: Berhijablah Tanpa Tapi dan Nanti.
Posted by:Hisyam Ad dien
Published :2015-09-01T15:35:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
Berhijablah Tanpa Tapi dan Nanti.
Tags: Hijab , Muslimah

Artikel Terkait

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Web Desain by jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global