Guest Book

powered by Is Banned ???

You Are Here: Home - Cinta , Kisah , Pernikahan - Kisah cinta dalam diam Ali – Fatimah (Part 2 – End)

Kisah cinta dalam diam Ali – Fatimah (Part 2 – End)
oleh Agus Ariwibowo

syahidah.web.idAlhamdulillah kemaren tulisan Kisah cinta dalam diam Ali-Fatimah Part-1 mendapat sambutan luar biasa dari pembaca dan banyak yang mendesak kami untuk melanjutkan Part-2nya, Alhamdulillah semoga jadi inspirasi pembelajaran cinta bagi kita semua. Dan bagi teman-teman yang belum sempat baca Part 1 silakan baca disini Kisah cinta dalam diam Ali-fatimah Part 1 .
Setelah diberi semangat serta motivasi oleh sahabatnya, akhirnya Alipun memberanikan diri menghadap sang nabi, menyampaikan niat baiknya ingin menikahi fatimah. Memang secara ekonomi Ali bukan siapa-siapa, tak ada sesuatu yang berharga dari dirinya kecuali hanya satu set baju perang ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya, sederhana sekali yang masih dimiliki Ali.
Apakah Ali meminta Fatimah untuk menunggunya 1 atau 2 tahun dengan dalih dia mengumpulkan modal terlebih dahulu? serta meminta Fatimah sabar menantinya dalam kegamangan?, tentu tidak ia lakukan hal itu karena jelas sangat memalukan baginya. Ali yakin akan pilihannya menikahi Fatimah tidaklah ringan namun ia siap dengan segala resikonya, ia berkomitmen mengambil tanggung jawab itu, ia sadar sesadar-sadarnya kalau Allah maha kaya dan tidak akan menelantarkan hambanya yang menikah untuk menjaga diri dan menyempurnakan Agama.
Lamaran Ali pun terjawab, hanya kata sederhana yang muncul dari mulut sang nabi “Ahlan wa sahlan!”, Ali bingung dengan jawaban Rasulullah, apa maksudnya? apakah itu tanda penerimaan atau penolakan?.
Ali pun bertemu dengan sahabatnya, dan sahabatnya menanyakan.
“Bagaimana jawab nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”
“Entahlah..” jawab Ali.
“Apa maksudmu?” tanya balik sahabatnya.
“Menurut kalina apakah ‘Ahlan wa sahlan’ berarti sebuah jawaban!? ia bertanya penuh kebingungan pada sahabatnya.
” Satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua!, Ahlan saja sudah berarti ya, sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa sahlan, dua-duanya berarti ya.” jelas sahabatanya.
Dan Alipun menikahi fatimah dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi nabi meminta membayar cicilannya, Itu hutang. Inilah kisah dari perjuangan cinta Ali, dibagian satu kita belajar bagaiaman Ali dengan Ridho dan ikhlas mengorbankan cintanya pada Abu bakr, pada Umar tanpa sedikit cemburu dan sakit hati. Dibagian kedua ini kita belajar bagaimana Ali mengambil kesempatan serta tanggung jawab untuk menikahi Fatimah, memang kondisi ekonominya tidak sempurna, namun ia mempunya niat dan komitmen yang sempurna hingga Allah mudahkan jalannya.
Begitulah cinta, tak ada sakit hati, tak ada cemburu, ia juga tak meminta untuk menunggu dan menantinya dibatas waktu tapi ia mengambil kesempatan dengan apa yang ia punya. Itulah cinta tentang keberanian, tanggung jawab, komitmen dan keikhlasan. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.[www.syahidah.web.id]

Sumber: http://www.elmina-id.com/kisah-cinta-dalam-diam-ali-fatimah-part-2-end/

Kisah cinta dalam diamnya Ali dan Fatimah (Part 1)

Title: Kisah cinta dalam diam Ali – Fatimah (Part 2 – End)
Posted by:Hisyam Ad dien
Published :2015-09-01T15:29:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
Kisah cinta dalam diam Ali – Fatimah (Part 2 – End)
Tags: Cinta , Kisah , Pernikahan

Artikel Terkait

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Web Desain by jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global