Guest Book

powered by Is Banned ???

You Are Here: Home - Cinta , Damba Cinta , Pernikahan - Merubah paradigma dari “jatuh cinta menjadi bangun cinta”

Merubah paradigma dari “jatuh cinta menjadi bangun cinta”
oleh: Agus Ariwibowo

syahidah.web.idMemang tak dipungkiri persepsi yang berkembang dikalangan anak muda hari ini khususnya dari sekolah menengah pertama hingga jadi mahasiswa, bahkan sekarang sudah mulai dari anak sekolah dasar adalah “jatuh cinta”, jatuh cinta yang dimaksud adalah suatu keadaan dimana seseorang memiliki ketertarikan kepada lawan jenisnya.
Pendidikan cinta kita tidak pernah dapatkan sedari kecil, disekolah baik tingkat sekolah dasar hingga tingkat mahasiswa tidak ada pelajaran serta dosen khusus yang membahas materi ini. Padahal materi cinta, khususnya kepada lawan jenis adalah materi yang penting dan perlu untuk dipelajari dan diketahui. Namun sayangnya selama ini kita belajar tentang cinta dari lingkungan apakah dari kakak kelas, teman disekolah dan juga dari media-media seperti sinetron di televisi, musik-musik serta film-film layar lebar lainnya. Kita tau disana semua diajarkan bagaimana mencintai dan prosesnya, apabila ada seseorang yang tertarik pada lawan jenisnya maka itu jatuh cinta istilahnya, jika dia benaran jatuh cinta dia mesti “nembak” akhirnya jika sama-sama suka terjadilah proses pacaran.
Pacaran itu ngapain?, nah lagi-lagi ini rujukannya adalah tontonan-tontonan yang sering dilihat, mulai dari saling mengenal, saling mengerti, memberi kejutan dengan memberikan hadiah di tanggal-tanggal yang “sakral” seperti hari pertama kali ketemu, hari jadian, hari ulang tahun serta hari-hari lainnya. Lengkap dibumbui dengan berantam, ngambekan, putus-nyambung, kasih sepotong coklat, seikat bunga , saling pegangan, gandengan, berdua-duaan, hingga akhirnya aktivitas-aktivitas terlarang lainnya.
Jatuh cinta adalah awal dari musibah, ya namanya saja jatuh, makanya diakui atau tidak yang namanya pacaran itu lebih banyak mudharatnya, lebih banyak gak enaknya, lebih banyak galaunya, lebih banyak gelisahnya dibanding manfaatnya. Belum lagi Allah secara jelas-jelas melarang agar menjauhi zina (menjauhi zina artinya disini adalah menghindari penyebab-penyebab terjadinya perzinaan dan salah satunya adalah aktivitas pacaran).
Untuk itulah kami mengajak sahabat semua untuk sama-sama mengubah paradigma serta pola pikir tentang cinta yang awalnya jatuh cinta menjadi bangun cinta, yang awalnya cinta mati menjadi cinta yang menghidupkan. Yang awalnya mengatasnamakan cinta sebagai nafsu syahwat belaka menjadi memurnikan makna cinta itu sendiri, karena sejatinya nafsu syahwat jika tidak diatur dalam koridor islam dia akan merusak dan merugikan, namun jika dia atur dengan islam maka cinta itu akan menenangkan dan membawa kebahagiaan.
Satu-satunya cara terbaik dalam membangun cinta tentu ketika dibarengi dengan membangun rumah tangga, satu-satunya cara agar cinta itu tetap terjaga tentu ketika menumbuhkan dan menyemaikannya dalam ikatan suci pernikahan. [www.syahidah.web.id]

Sumber: http://www.elmina-id.com/merubah-paradigma-dari-jatuh-cinta-menjadi-bangun-cinta/
Title: Merubah paradigma dari “jatuh cinta menjadi bangun cinta”
Posted by:Hisyam Ad dien
Published :2015-09-01T15:10:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
Merubah paradigma dari “jatuh cinta menjadi bangun cinta”

Artikel Terkait

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Web Desain by jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global