Guest Book

powered by Is Banned ???

You Are Here: Home - Cinta , Ijtima'i , Ikhwan , Muslimah , Pernikahan - ~•♥•~Pacaran? Emangnya ada daLam Islam?!~•♥•~

Beginilah Taaruf dalam IslamKOK PACARAN HARAM SIH? BUKANNYA JATUH CINTA PADA LAWAN JENIS ITU FITRAH? KAN ISLAM ITU AGAMA YANG FITRAH?

www.syahidah.web.id - Iyak, pertama-tama yang kita ketahui bersama adalah, cinta itu merupakan suatu kewajaran bagi manusia. Kalau nggak punya cinta, berarti nggak wajar gitu. Nggak fitrah gitu. Memang fitrahnya kita yah menyukai lawan jenis kita. Cowok suka cewek, cewek suka cowok.

Justru, kalau kita nggak mau menyukai lawan jenis, itu imannya dipertanyakan malah. Karena kenapa, karena dalam Islam, itu kan ada yang namanya rukun iman kan ya. Yang jumlahnya ada enam.
  1. Iman kepada Allah
  2. Iman kepada malaikat-malaikatNya.
  3. Iman kepada kitab-kitabNya.
  4. Iman kepada Rasul-RasulNya.
  5. Iman kepada Hari Akhir.
  6. Iman kepada Qadha dan Qadhar.
Nah, yang ke-enam ini, mempercayai qadha dan qadar, itu berarti kita harus menerima apa yang sudah Allah berikan ke kita. Kita harus menerima takdir yang Allah tetapkan. Yaitu salah satunya, yah takdir kita sebagai manusia itu kan punya perasaan mencintai lawan jenis ini. Istilahnya, gharizatun na'u. Yaitu naluri ingin melangsungkan keturunan dengan lawan jenis. Begitu yg bisa kita lihat di Kitab Nizhamul Ijtima'i.

Bila siapa mengimani keenam-enamnya, maka dia dikatakan Islam. Bila belum, berarti dia belum Islam. Jadi begitu, benar bahwa cinta itu sesuatu yang wajar nan fitrah dalam Islam.

Cinta Cantik VS Cinta Canteng
Naaah, alhamdulillahnya, selain memang cinta itu ada dalam Islam, Islam juga membantu kita agar gimana menjalankan percintaan-percintaan yang efektif dan efisien. Yang kemudian agar aktivitas percintaan kita itu bakal membawakan kebahagiaan, kesenangan, keindahaan, dan lain sebagainya pertanda kesuksesan-kesuksesan percintaan.

Juga, Islam membantu kita agar waspada dengan cara-cara percintaan yang tidak efektif dan tidak efisien. Apalagi yang justru bisa membinasakan para pelakunya.

Sialnya, kita lihat fakta di sekitar sekarang, kita lebih gampang menemukan cara percintaan yang tidak syar'i gitu. Tidak efektif. Tidak sesuai dengan yang telah dituntun oleh Allah. Yang ada justru malah cara percintaannya itu sesuai dengan yang nggak Allah suka gitu. Termasuuuk, pacaraaann... Termasuuukkvalentine yang biasa tayang pas tanggal 14 Februari..

Pacaran: Pabriknya Cowok Penipu
yang Spesial, untuk yang Spesial
yang Spesial, untuk yang Spesial
Satu-satunya tanda serius laki-laki itu mencintaimu adalah, ia menikahimu. Kalau nggak mau menikahimu, pasti dia mau mempermainkamu! Dia mau "obok-obok" Kamu!
Coba pikirkan baik-baik:
  • Sesuatu yang cuman saya berikan ke Mama saya, kepada selainnya tidak, pertanda sesuatu itu spesial.
  • Sesuatu yang cuman saya berikan ke best-friend saya, kepada selainnya tidak, pertanda sesuatu itu spesial.
  • Juga, sesuatu yang cuman saya berikan ke orang yang juara 1 lomba lari, kepada selainnya tidak, pertanda sesuatu itu spesial.
Nah, kalau memang penampilan seksi itu spesial, kulit indah itu spesial, paras cantik itu spesial, kecentilan itu spesial, harusnya hanya diberikan kepada yang spesial-spesial saja kan? Yaitu orang yang bener-bener bisa komitmen untuk mengayomimu, ialah suamimu kelak.

Tapi dia, pacarmu, nggak punya apa-apa, nggak bisa ngasih apa-apa, kok udah malah asal main menerkam dirimu saja? Dia menganggap bahwa kecantikanmu itu nggak spesial, murahan, makanya dia bisa langsung menikmati kecantikan dirimu hanya dengan modal gombal dan penampilan keren saja. Nggak minta izin dari ayahmu lagi.

Lebih spesifiknya, modalnya itu cuman 10 ribu sebetulnya. 5 ribu, beli sisir. 5 ribu lagi, beli minyak rambut. Dia hanya tinggal membuat dirinya mirip seperti artis yang sedang nge-trend, lalu dia tembak Kamu! Dor! Lalu ujuk-ujuk dia sudah bisa langsung:
  • Megang tanganmu.
  • Merangkulmu.
  • Memeluk dirimu, bahkan (maaf) sampai mengenai payudaramu.
  • Bahkan udah bisa menciummu
  • Dan bahkan (maaf) udah bisa tidur dengan dirimu!
  • Hanya dengan modal: nembak. Kamu yang biayain dia, dia tinggal tidurin Kamu?
Padahal, yang diajarkan Rasulullah, kalau mau begitu:
  • Harus ngasih mahar dulu.
  • Harus dinikahi.
  • Harus buat janji.
  • Harus direstui orang tua.
  • Harus dinafkahi seumur hidup.
  • Dan lain sebagainya.
Berarti, cowok yang ngajak pacaran itu sebetulnya kurang ajar ya kan? Iyah sih bagi Kamu. Tapi, bagi mereka, kapan lagii bisa menikmati yang begitu? Bagi mereka itu justru anugerah. Sedangkan bagi perempuan, itu bencana.

Coba saja pikirkan baik-baik.. pikirkan baik-baik.. baik-baik pikirkan yaa.. begini.. kalau sekarang saja dia sudah berani mengatakan "sayang" kepadamu, memegang tanganmu, padahal kalian belum ada akad, maka jangan heran kalau kalian sudah menikah, dia bakal berani melakukan hal begitu kepada cewek lain yang juga belum ada akad! Karena dari sekarang dia udah latihan, jadinya besok makin jago.

Sama kayak maling. Maling itu kan, kalau dia udah punya ilmu, terus aksi pencuriannya berhasil, maka dia bakal lebih semangat lagi buat nyuri besok.

Pacaran: Penghancur Masa Depan

Di YEA, dan komunitas pendakwah, saya dan teman-teman dibiasakan untuk decide based on data and fact, and be an objective. Kami dilarang buat keputusan yang ngaco dengan berkata, "Mungkin..", "Kayaknya..", "Jangan-jangan.." dan sebagainya. Sehingga, tak heran, bila ada teman kami yang baru seumur SMA, tapi bijaknya sikap dia seperti orang yang sudah tamat kuliah. Mindsetnya bagus.

Makanya pula, insya Allah tidak ada anak YEA maupun teman-teman komunitas pendakwah yang pacaran. Karena mereka pasti bisa membuat keputusan yang baik terhadap data-data berikut ini:
  • Tahun 2006, itu Kompas ada ngasih tahu sebuah survey. Yaitu, sekitar 51% perempuan di Jakarta sudah tidak perawan.
  • Kalau di Bandung, lebih parah, 54% yang nggak perawan.
  • Kemudian, tahun 2008, diadakan lagi survey yang sama oleh KPAI (Komisi Perlidungan Anak Indonesia) Eh, ternyata hasilnya makin parah. Di Jakarta, anak SMP yang sudah tidak perawan sebanyak 62,7%.
  • 21.2%-nya pernah aborsi.
  • 93.7% pernah ciuman, petting, dan oral seks.
  • Kalau yang 2012 kemarin, 44% anak SMA di Surabaya, berkata bahwa tidak masalah melakukan hubungan seks, asal dengan pacar sendri. Asal suka-sama-suka.
  • Ketua KPAI sempat menyampaikan pada tahun 2012 bahwa aktivitas remaja yang pacaran itu adalah, 92% pegang tangan, 82% ciuman, 63% petting dengan pasangan.
  • Kalau menurut survey yang baru-baru ini, 23% bilang bahwa keperawanan itu nggak penting. Yang menganggap keperawanan itu penting semakin menurun.
Ngeri kan? Ngerii! Dan itu semua bermula dari yang namanya: pacaran. Sekali lagi, semua bencana itu dimulai dari yang namanya: pacaran! Nah, jadi, terlepas apakah Anda anak YEA, atau teman-teman komunitas pendakwah, atau siapapun, sekiranya Anda dewasa dan bijak, pastilah tidak pacaran merupakan keputusan terbaik yang Anda ambil.

Karena kalau keperawanan udah hancur, apalah yang mau diharapkan lagi? Nikahin cowok kurang ajar itu? Wah, itu namanya penderitaan.. Yang diajak dan diajarinnya aja maksiat, gimana bisa jadi imam?

Atau, okelah, sekiranya sang cewek ini akhirnya bertaubat. Dia berubah, mulai pakai kerudung, pakai gamis,syar'ilah penampilannya. Sudah begitu, rajin ikut kajian lagi. Anggaplah begitu.

Kemudian, ketika ada cowok yang baik, ganteng lagi, naksir sama cewek itu. Kemudian cowok itu mendatangi ayahnya sang cewek, untuk ta'aruf. Maka, ketika ta'aruf itu, mereka harus saling jujur. Nggak boleh ada yang disembunyiin. Kalau disembunyiin, nggak sah tuh nikahnya. Kayak kalau mau jualan dan belanja, kan harus menjelaskan spesifikasi produknya. Kalau gaje, bathil tuh jual-belinya.

Nah, kemudian si cewek pun berkata, "Sebelumnya maaf ya Mas.. saya mau jujur katakan sesuatu dulu.. Biar pilihan Mas nanti mantap.. Biar Mas bisa memutuskan untuk lanjut atau stop.. Nah begini Mas, saya ini, sudah nggak perawan lagi.."

Fwhaaaahhh.. *tepok jidat* kira-kira, gimana perasaan cowok tersebut? Kabuuurr.. Nggak jadiiii...

Oke, annggaplah ceritanya si cowoknya ini mau menerima. Dia paham, bahwa setiap orang pasti punya masa lalu kelam.. Hingga akhirnya mereka pun menikah juga akhirnya.

Lalu, yang namanya berumahtangga, wajarlah kalau ada sedikit pertengkaran kecil kan ya? Maka, jangan sakit hati kalau pas lagi berdebat, si cowok itu ngomong, "Dasar perempuan nggak perawan!"

Aduuuh, hancuurr hati kalau udah dikatain begitu.. Aduh.. lemes.. aduh, aduuuhh..

Duuuh.. :'(((

Akibat Nggak Mau Denger Kata-Kata Allah, Yang Paling Tahu Apa yang Terbaik untuk Hambanya

Ternyata, hal mengerikan ini sudah diwanti-wanti oleh Rasulullah sejak 1400 tahun yang lalu.
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut, karena syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua...

[HR. Ahmad dari hadits Jabir 3/339. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Gholil jilid 6 no. 1813]
Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk..

[QS. Al Isra’ (17): 32]
Sudah tahu bahwa Rasulullah adalah orang yang tak pernah bohong. Yang berkata, Konstantinopel, negeri termaju saat itu, akan takluk. Hingga orang-orang menertawakannya. Tau-tau, beneran takluk. Dan masih banyak lagi (justru memang semuanya) apa yang beliau lisankan, pasti bener akan jadi kenyataan. Termasuk, kenapa beliau pun bukan cuma ngelarang orang yang belum menikah berhubungan seks, tapi bahkan hanya berdua-duaan dengan yang non-mahrom pun juga dilarang. Karena beliau tahu, passtii ada efek buruknya.

Sayangnya, sekarang manusia ini bener-bener melampaui batas. Mereka tak mau menggunakan akalnya. Mereka merasa keputusan yang mereka buat jauh lebih hebat daripada yang udah Allah buat. Yang diciptakan kok ngelawan Yang Menciptakan? Ih, ngeriii.. >.<"

Kalau Pacarannya Islami kan Nggak Apa-Apa?

Pacaran islami? Oh, saya tahu, emang lagi ngetrend tuh. Itu:
  • Sebelum mereka mulai jalan-jalan di Mall, mereka sholat dulu.
  • Terus sebelum gandengan tangan, mereka do'a dulu, "Bismillah.. Lancarkanlah dan mudahkanlah pacaran kami ya Allah.. Aamiin.."
  • Terus kalau di tengah jalan udah berkumandang adzan, langsung pergi ke Mesjid, sholat dulu. Kalau si cowoknya nggak mau diajak sholat dulu baru nanti lanjut jalan-jalan lagi, ceweknya merajuk.. Atau sebaliknya..
  • Kalau udah mau pulang, bilang Assalamu'alaikum.. jangan lupa baca do'a naik kendaraan..
  • Tiba di Rumah, SMSan, SMSannya ngingetin tahajjud.
  • Juga, SMSnya ngajak lomba khatam Qur'an.
  • Panggilannya akhi-ukhti, atau abi-umi.
Hehehe! Nggak ada itu! Nggak ada yah istilahnya pacaran Islami! Awas! Karena tak luput dari fakta:
  • Berdua-duaan dengan yang tidak mahrom. Baik offline maupun online.
  • Memandang tak sewajarnya.
  • Bersentuhan tubuh.
  • Berinteraksi yang tidak syar'i. Baik offline maupun online.
Selama masih ada keempat komponen tersebut, berarti hukumnya tetep haramlah. Meskipun nggak sampai ke "kebobolan".
Katakanlah kepada laki – laki yang beriman, ”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya...."

[QS. An-Nuur (24): 30]
Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, ”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya...."

[QS. An-Nuur (24): 31]
Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku..

[HR. Muslim no. 5770]
Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.. 

[HR. Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih]
Karena banyak orang yang belum paham tentang syariat. Lantaran mereka terkena virus kapitalisme, jadi mereka kira yang namanya haram itu cuman hal-hal yang bakal merugikan secara asas manfaat. Sedangkan selama tidak ada yang rugi, maka itu halal. Jadinya, mereka buat jawaban sendiri bahwa pacaran itu boleh asal nggak sampai "kebobolan".

Untungnya Nggak Pacaran


Perempuan yang menjaga auratnya dan menjaga interaksinya dari yang bukan haq, maka di malam pertama ketika nikah nanti, dia bakal berkata, "Sayang.. selama ini.. aku menolak ajakan pacaran semua cowok loh.. Ku tak izinkan mereka yang tak bisa mengayomiku untuk melirik-lirik kecantikanku.. maupun menyentuh mulusnya kulitku.. Juga ku tak ladeni cowok-cowok berjuta modus itu yang mengajakku bercanda berlebihan baik di dunia maya maupun di dunia fakta.. Semua jerih payahku selama ini kupersembahkan untuk hari ini, untukmu, wahai suamiku, cinta sejatikuu.. :* emuah emuahh.. :***"


Itu indahnya kalau cinta yang beneeeerr.. Kalau pacaran? Yah itu tadi, modal 10 ribu buat beli Anda, terus dia pergi nyari korban lain.. 

Closing statement. Kamu mau dapet suami yang baik? Yang bisa ngajarin Islam? Yang bisa jadi Imam? Yang perhatian luar biasa? Yang setia? Catat baik-baik, cowok yang baik begitu nggak akan didapet dari proses pacaran, yang notabene dia "nyuri" dirimu, tanpa izin orangtuamu, dan mencampakkan syariat Allah.

Cowok yang begitu, udah, mending putusin aja! :D
"Wanita yang baik untuk lelaki yang baik, lelaki yang baik untuk wanita yang baik..."

[QS. An-Nuur (24): 26][www.syahidah.web.id]

Sumber: danisiregar.com

BACA JUGA:


..**Khithbah dalam Pandangan Islam**..

Title: ~•♥•~Pacaran? Emangnya ada daLam Islam?!~•♥•~
Posted by:Hisyam Ad dien
Published :2015-09-18T10:11:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
~•♥•~Pacaran? Emangnya ada daLam Islam?!~•♥•~

Artikel Terkait

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Web Desain by jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global