Akibat Intervensi Israel, Listrik di Gaza Kembali Padam

khoirunnisa-syahidah.blogspot.com - Otoritas Energi dan SDA Palestina di Gaza mengumumkan pembangkit listrik satu-satunya yang ada di Jalur Gaza telah mati, Rabu (06/06/2012) petang karena kehabisan BBM yang dibutuhkan untuk mengoperasikannya. Otoritas Energi menuduh penjajah Israel, otoritas Mesir, dan otoritas Palestina bertanggung jawab atas kelambatan kedatangan BBM Qatar yang tertahan di pelabuhan-pelabuhan Mesir sejak dua bulan.
Truk bahan bakar dari Qatar yang mengangkut 150 ribu liter sebenarnya sudah tiba di El-Arish Mesir pada Selasa (05/06), namun mereka belum bisa masuk menyeberangi perbatasan akibat permasalahan yang belum diketahui.
Pejabat di Gaza mengatakan seharusnya bahan bakar sudah masuk ke Gaza, namun akibat terhambat di perbatasan diperkirakan bahan bakar baru akan tiba pada Ahad (10/6) besok. Pejabat menduga terhambatnya truk Qatar tersebut karena ada tekanan.
Pejabat otoritas juga mengatakan, Israel, Mesir dan Otoritas Palestina di Ramallah bertanggung jawab atas penundaan datangnya bahan bakar tersebut. Dengan ditutupnya jalur Rafah, pengiriman bahan bakar hanya dapat masuk melalui jalur yang dikuasai Israel." Hal itu yang diinginkan pihak yang menahan truk Qatar tersebut," lanjut pernyataan otoritas Gaza.
Otoritas Energi menilai penundaan ini telah mengharamkan BBM Qatar terhadap rakyat Palestina, terutama di tengah kondisi sulit saat ini bersamaan dengan datangnya musim panas dan meningkatnya beban listrik, ditambah musim ujian sekolah menengah umum.
“Dengan tidak masuknya BBM Qatar, di tengah tidak tersedianya BBM yang dibutuhkan untuk mengoperasikan satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza, maka satu-satunya stasiun pembangkit listrik berhenti beroperasi pada hari Rabu petang. Yang bertanggung jawab penuh atas masalah ini adalah penjajah Israel, otoritas Mesir dan Otoritas Palestina di Ramallah yang memiliki peran utama dalam menghambat masuknya BBM Qatar melalui gerbang perbatasan Rafah dan memasukannya melalui perlintasan Karem Abu Salem kemudian melalui perlintasan al Auja, dengan demikian telah memberi kesempatan Israel untuk mengontrol kebutuhan rakyat Palestina dan memprovokasinya secara politik,” ungkap Otoritas Energi dan SDA Palestina di Gaza dalam pernyataannya seperti dikutip dari Info Palestina.
Gaza menjadi sering 'gelap' sejak Februari lalu setelah otoritas Mesir juga menghentikan upaya pemerintahan Palestina di Gaza memperoleh bahan bakar melalui terowongan bawah tanah. Gaza mengklaim berhak mengimpor langsung bahan bakar untuk Gaza, namun Mesir nampaknya 'marah' dengan kekhawatiran masuknya bahan bakar illegal dan murah yang bisa 'merugikan' Mesir di satu sisi. [muslimdaily/bbs/khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]