Benarkah Ikhwanul Muslimin Menginginkan Khilafah?

khoirunnisa-syahidah.blogspot.com - Fase setelah Mubarak di Mesir, Ikhwanul Muslimin mendapatkan popularitas yang sangat kuat, maka kandidatnya untuk jabatan presiden Mohamed Morsi menyampaikan pidato yang hangat menjelang pemilihan, dimana ia mengatakan: “Kami tidak menerima pilihan selain syariah dan al-Qur’ran sebagai konstitusi kami.” Dan di depan kerumunan orang banyak itu salah satu tokoh agama yang mengusulkannya sebagai kandidat dalam pemilihan presiden, seperti yang dikatakan Safwat Hijazi Muhammad kepada kerumunan massa: “Berkat Morsi kita menyaksikan terealisasinya mimpi tegaknya khilafah dan penerapan syariah.” (www.radikal.com.tr).
*** *** ***
Revolusi yang dilakukan oleh masyarakat Islam di Timur Tengah terhadap para penguasa zalim dan tirani, meskipun pada awalnya hanya revolusi itu dilakukan untuk melawan penindasan para penguasa dan kezaliman mereka pada rakyatnya, namun ketika umat Islam telah menetapkan tujuannya , yaitu penerapan Islam secara kaffah melalui tegaknya institusi khilafah, di bawah pimpinan Hizbut Tahrir, yang terus membina mereka dan bersamaan dengan berlalunya waktu, maka masalah Negara Islam telah menjadi tuntutan bagi revolusi kaum Muslim, sebab hanya itulah negara yang akan menerapkan solusi-solusi yang bersumber dari akidah mereka, dan yang mereka imani untuk menggantikan kebebasan, demokrasi, hak asasi manusia dan ide-ide kufur yang sejenisnya, yang sudah menipu mereka selama bertahun-tahun.
Ini adalah elemen kunci dalam merealisasikan tujuan yang berada di balik harapan besar rakyat Suriah di negeri Syam untuk terus bersabr, melawan dan teguh, yang membuatnya tidak mundur sejengkal pun dari revolusinya meskipun mereka harus menghadapi berbagai jenis penyiksaan dan ketidakadilan, yang tidak ada duanya di dunia terkait pembantaian dan kebrutalannya.
Ketika kaum kafir imperialis menyadari bahwa tujuan akhirnya adalah pendirian khilafah, maka kaum kafir melakukan berbagai permainan baru, yaitu dengan mencegah masyarakat mengenal (bergabung) dengan Hizbut Tahrir, partai Islam internasional yang benar-benar berideologikan Islam, dan telah beraktivitas selama lebih dari lima puluh tahun untuk mendirikan negara Islam, sehingga negara Islam benar-benar berdiri, dengan menempuh metode Rasulullah, yaitu membongkar rencana-rencana kaum kafir imperialis, para kroninya, dan para anteknya, di antara para penguasa tiran di neger-negeri kaum Muslim, yang menggunakan kekuasaannya untuk melawan kaum Muslim.
Dan salah satu dari permainan ini adalah apa yang diungkapkan oleh anggota parlemen dan kandidat presiden, Morsi yang mengabaikan hukum-hukum al-Qur’an, dimana ia berkata: “Bantuan AS adalah bagian dari perjanjian Camp David antara Mesir dan “Israel”. Sehingga melalui pernyataan ini bahwa Ikhwanul Muslimin yang menggunakan isu bantuan yang akan diberikan kaum kafir sebagai imbalan atas perjanjian Camp David, maka mereka benar-benar mengabaikan secara riil masalah pendirian Negara Islam yang menjadi tuntutan kaum Muslim, dan memalingkannya dari jalurnya, padahal kaum Muslim Mesir yang melakukan revolusi terhadap tiran Mubarak hingga jatuh, apalagi tidak ada perubahan yang patut dibanggakan dalam sistem kufur yang diterapkan.
Dan kami menanyakan dua hal kepada Morsi: Apakah syariah Islam adalah syariah (aturan) yang membawa kebenaran, dan al-Qur’an adalah sumber hukum yang diyakininya? Artinya, apakah Islam dan al-Qur’an membolehkan masuk dan berpartisipasi dalam parlemen di bawah sistem kufur? Apakah keduanya mengakui kesepakatan pengkhianatan Camp David, yang merupakan pengkhianatan terbesar terhadap Islam dan kaum Muslim? Apakah keduanya juga membolehkan untuk meminta bantuan dari kaum kafir imperialis? Tidak ada keraguan lagi bahwa Islam melarang semua ini, bahkan menerimanya dianggap sebagai pengkhianatan terbesar terhadap Islam dan kaum Muslim. Jika Anda benar-benar ingin berdirinya Negara Khilafah, maka Anda harus mendengarkan Hizbut Tahrir, yang bekerja dengan serius untuk mendirikan Khilafah selama lebih dari lima puluh tahun, dan membuang jauh-jauh sikap dan tindakan pengkhianatan ini.
Wahai kaum Muslim Mesir!
Janganlah kalian tergoda oleh para pembela kaum kafir imperialis, di antara mereka yang menggunakan istilah Khilafah, yang tidak lain hanyalah pepesan kosong, sebab tujuannya adalah untuk memalingkan kalian dari mencapa tujuan kalian, yaitu tegaknya Khilafah. Begitu juga usaha mereka untuk menyesatkan kalian melalui orang-orang yang mengabdi pada rencana-rencana mereka, sengaja atau tidak sengaja. Untuk menuju tegaknya Khilafah yang kalian yakini, maka kalian harus tidak menerima solusi-solusi selain solusi-solusi Islam; dan metode kalian tidak menyimpang sedikit pun dari metode Rasulullah saw. Dan akan menjadi lebih baik lagi, jika kalian bergabung dengan Hizbut Tahrir yang telah menyusun UUD berdasarkan dalil-dalil syar’iy, yaitu al-Qur’an, as-Sunnah, Ijma’ Sahabat dan qiyas syar’iy. UUD ini akan bisa diterapkan seketika pada saat berdirinya negara (Khilafah). Dan untuk tujuan mulia ini sajalah seharusnya mereka melakukan aktivitas.
[Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 9/6/2012/
khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]