Candu Twitter Melebihi Rokok?


khoirunnisa-syahidah.blogspot.com - Menurut penelitian yang berusaha mengukur seberapa baik orang dapat menahan hasratnya, kegiatan memeriksa kotak surat di email atau tweeting di media sosial Twitter lebih sulit untuk ditahan dibandingkan keinginan untuk merokok, lansir Guardian (03/02/2012).
Penelitian itu bahkan mengklaim, meskipun tidur dan hubungan seks merupakan dorongan yang sulit untuk ditolak, tapi berkutat di media sosial dan sejenisnya lebih merindukan bagi kebanyakan orang.
Para peneliti mendapati, semakin senja hari kemauan keras seseorang semakin menurun.
Dorongan keinginan untuk bekerja cenderung gagal ditaklukkan. Sebaliknya, orang banyak yang berhasil mematahkan semangat untuk berolahraga, berhubungan seks ataupun berbelanja.
Dorongan untuk bekerja sulit dicegah, karena bekerja memiliki banyak implikasi. Pekerjaan mendikte banyak aspek kehidupan seseorang. Selain sebagai identitas diri, jika seseorang tidak bekerja maka ia terancam terkena sanksi.
Keinginan untuk merokok, menenggak alkohol dan minum kopi cenderung bisa diatasi, dibandingkan dengan keinginan untuk menggunakan media sosial seperti Twitter.
Menurut peneliti, hal ini kemungkinan dipengaruhi beberapa faktor. Menikmati rokok, minuman beralkohol dan kopi, harus mengeluarkan uang dan juga meluangkan waktu. Sedangkan bergulat di media sosial bisa dilakukan kapan dan di mana saja, serta relatif tidak menghabiskan banyak biaya.
Peneltian yang segera akan dipublikasikan di jurnal Psychological Science itu dilakukan oleh sebuah tim yang dipimpin Wilhelm Hofman dari Booth Business School, Universitas Chicago. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan BlackBerry, guna mengukur seberapa kuat tekad 205 orang berusia 18 hingga 85 tahun yang berada di dan sekitar kota Wurtzburg, Jerman.*

[khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]