Denyut Jantung Mubarak Tak Terdeteksi Dua Kali

KAIRO, - khoirunnisa-syahidah.blogspot.com - Hosni Mubarak mengalami serangan jantung dan dalam kondisi kritis sejak dijatuhi hukuman seumur hidup awal Juni lalu, Tim dokter rumah sakit Torah menggunakan defibrillator dua kali pada dirinya, ketika denyut jantung mantan presiden Mesir ini tak terbaca. 
Para pejabat mengatakan pria 84 tahun ini sempat mengalami kehilangan kesadaran dan diberi makanan melalui cairan intravena. Dokter yang merawatnya menyatakan Mubarak  menderita tekanan darah tinggi, depresi, dan kesulitan bernapas.
Mubarak kini masih berada di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Penjara Torah. Ia dirawat sejak 2 Juni. Istri Mubarak, Suzanne, mengunjunginya Minggu dan, menurut para pejabat, menuntut agar ia dipindahkan ke rumah sakit lebih lengkap di luar penjara.

Penampilan publiknya yang terakhir adalah pada 2 Juni saat ia mendengarkan vonis. Ia hadir dengan ditandu dan dimasukkan dalam sebuah ''kandang'' di ruang persidangan. Selama sidang, ia tak melepas kacamata hitamnya.
Mubarak memimpin Mesir selama 29 tahun, yang terpanjang kedua sejak abad ke-19. Penguasa yang terlama memerintah Mesir adalah Mohammed Ali yang memerintah negara itu selama sekitar 44 tahun berakhir dengan kematiannya pada tahun 1849. (Wrh/Tmp/khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]