Dimata-matai, Muslim New Jersey Gugat Kepolisian New York


khoirunnisa-syahidah.blogspot.com - Sejumlah kelompok Muslim New York mengajukan gugatan terhadap Kepolisian New York (NYPD) atas tuduhan memata-matai Muslim dalam menjalani aktivitasnya, Rabu (6/6) kemarin.
"Apa yang membuat Amerika besar adalah setiap orang diperlakukan sama di mata hukum," ungkap Direktur Eksekutif Muslim Advocates, Farhana Khera, seperti dikutip dari onislam.net.
Gugatan diajukan oleh kalangan Muslim yang terdiri dari imam, mahasiswa, pebisnis, dan anggota militer. Mereka mendesak agar operasi mata-mata yang dilakukan NYPD terhadap Muslim diakhiri.
"Mereka merasa haknya dilanggar. Mereka ini hanya warga negara bisa yang merasakan ada yang salah dengan apa yang dilakukan penegak hukum terhadap kehidupannya," papar dia.
Para pemimpin komunitas Muslim menilai, kata Khera, langkah tersebut merupakan upaya terakhir mereka guna melindungi hak konstitusional Muslim AS.
"Bagaimana tidak, NYPD menolak untuk menyebut tindakan mereka itu melanggar hak, sementara Jaksa Agung seolah tangannya terikat, dan departemen Kehakiman AS tampak angkat tangan. Jadi, gugatan ini merupakan upaya terakhir untuk memperjuangkan hak para Muslim," papar Khera.
Presiden Liga Arab AS, Ared Assaf secara terpisah mengatakan, gugatan itu menunjukan reaksi dingin kalangan Muslim dari pengawasan NYPD. "Akibat pengawasan itu, kami melihat adanya penurunan kehadiran Muslim di masjid. Mereka juga tidak lagi mengidentifikasi kegiatan bisnis mereka sebagai tokok halal, ini tentu menjadi masalah," kata dia.
Tahun lalu, Associated Press mengungkapkan bahwa NYPD mengirim petugas yang menyamar dalam sebuah komunitas etnis untuk melacak kehidupan sehari-hari dan memantau masjid serta organisasi mahasiswa Muslim.
AP juga melaporkan, adanya aktivitas mata-mata yang dilakukan NYPD terhadap komunitas muslim. Dari file rahasia yang diperoleh, NYPD melakukan pengawasan pada lokasi-lokasi seperti masjid, toko kelontong dan kampus. Aktivitas mata-mata yang dilakukan merujuk pada data base rahasia terkait aktivitas Muslim.
Namun para pejabat kota New York dan New York State telah menyatakan menolak untuk menyelidiki polisi atas tuduhan ini. Walikota Michael Bloomberg secara terbuka justru membela tindakan NYPD terhadap umat Islam, dengan mengatakan bahwa operasi seperti itu adalah bagian dari "hukum", "tepat", dan "konstitusional." [muslimdaily/khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]