Kaspersky: Ini Bukan Lagi Perang Cyber Tapi Terorisme Cyber


khoirunnisa-syahidah.blogspot.com - Eugene Kaspersky, yang perusahaannya berhasil menemukan virus "Flame" yang telah menyerang komputer di Iran dan tempat lain di Timur Tengah, mengatakan pada hari Rabu hanya upaya global yang bisa menghentikan era baru "terorisme cyber."
"Ini bukan lagi perang cyber, tetapi terorisme cyber dan saya takut itu hanya awal dari sebuah permainan. Saya takut itu akan menjadi akhir dunia seperti yang kita tahu," kata Kaspersky kepada sejumlah wartawan pada saat menghadiri konferensi keamanan cyber di Tel Aviv, Israel.

"Aku takut, percayalah," katanya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, ditemukan suatu virus kopmuter bernama "Flame" yang diklaim memiliki ukuran dan kompleksitas tingkat tinggi. Menurut keterangan perusahaan keamanan internet Rusia, Kaspersky, virus kali ini lebih canggih dari Stuxnet yang menyerang fasilitas nuklir di Iran.
Kepala peneliti Kaspersky, Roel Schouwenberg, mengatakan bahwa virus ini adalah perangkat mata-mata mutakhir yang berfungsi menyedot seluruh informasi dalam komputer sasaran. Flame mampu menyalakan sistem audio dan melakukan panggilan pada Skype atau program chat lainnya di komputer korban.
Virus ini juga mampu mengendalikan keyboard dan mengambil citra layar. Tidak hanya itu, Flame diklaim dapat mendeteksi bluetooth di sekitar komputer, sepertihandphone dan laptop. Jika sudah terhubung, maka Flame akan menyedot informasi dari handphone target.
"Virus ini berada di level yang berbeda. Flame dapat digunakan untuk memata-matai apa yang pengguna lakukan," kata Schouwenberg.
Menurut data Kaspersky, virus ini telah tersebar di Timur Tengah. Di antaranya sekitar 189 kasus di Iran, 98 kasus di Tepi Barat, 32 di Sudan dan 30 di Suriah. Pemerintah Iran sendiri telah melakukan tindakan antisipasi dalam mengatasi serangan ini.

Dalam beberapa bulan terakhir para pejabat AS telah membuka diri tentang karya Amerika Serikat dan Israel pada Stuxnet, yang diciptakan dengan sengaja mentargetkan fasilitas pengayaan nuklir Natanz Iran.
Barat mencurigai Iran sedang mengembangkan senjata atom. Teheran membantah tuduhan itu dan mengatakan mereka memperkaya uranium hanya untuk penggunaan sipil.
Para ahli keamanan masih menyelidiki virus, yang dipercaya sengaja dirilis khusus untuk menginfeksi komputer di Iran dan di seluruh Timur Tengah.
Kaspersky menduga ada beberapa negara yang terlibat dalam menciptakan Flame. Ia menyebut sejumlah negara antara lain Amerika Serikat, Inggris, Israel, Cina, Rusia dan mungkin India, Jepang serta Rumania yang di duga memiliki kemampuan dalam mengembangkan perangkat lunak tersebut. Namun demikian, ia tidak menyebut pasti dugaan siapa yang berada di balik itu.
Ketika ditanya apakah Israel merupakan bagian dari solusi atau bagian dari masalah mengenai perang cyber, Kaspersky mengatakan, "Kedua-duanya."
[muslimdaily/
khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]