Korban Pembantaian Suriah Beri Laporan Via Telepon Sebelum Dihabisi

DAMASKUS,  - (khoirunnisa-syahidah.blogspot.com) - Aksi pembantaian di Suriah berlanjut dengan insiden yang terjadi di Desa Qubair, Kota Hama. Seorang korban sempat memberikan kesaksiannya sebelum akhirnya tewas oleh pelaku pembantaian.

Laith al-Hemary sempat berbisik melalui telepon dengan adiknya. Melalui pembicaraan itu, adiknya menceritakan kondisi yang tengah dialaminya. Tetapi selang beberapa lama kemudian, sambungan telepon itu pun putus dan suara Laith tidak terdengar lagi.

"Ada suara teriakan berasal dari luar rumah. Mereka (pelaku pembantaian) membunuh siapa pun yang mereka temukan," ucapan adik Hemary kepadanya melalui telepon dalam rekaman yang diperoleh the Daily Telegraph, Jumat, (8/6/2012).

Belakangan diketahui, adik dari Laith al-Hemary  merupakan salah satu di antara 78 korban tewas dalam pembantaian di Desa Qubair. Beredar pula rekaman video yang menunjukan anak-anak kecil menjadi korban mutilasi dalam aksi keji ini, termasuk juga jasad yang sudah hangus terbakar.

Beruntung Hemary dan seorang keponakannya berhasil lolos dari pembantaian tersebut. Dirinya pun menceritakan apa yang terjadi pada hari mengenaskan itu, karena kebetulan tidak berada di dalam rumah.

"Saya bisa melihat asap hitam berasal dari Qubair. Saya terus menelpon adik saya terus-menerus lewat telepon selulernya. Dia sempat bersembunyi di dalam rumah saya dan mengatakan, banyak mobil berisi milisi Shabiha. Mereka menyerang siapapun dan membakar rumah," lanjut Hemary.

Milisi Shabiha selama ini dikenal sebagai anggota kelompok bersenjata yang tidak berhubungan langsung dengan kekuatan militer Suriah. Tetapi milisi ini diyakini menerima perintah langsung dari Presiden Bashar al-Assad.

Setelah telepon dari adiknya terputus, Hemary pun masuk ke dalam rumah dan melihat tubuh ibu, tiga orang adik perempuan, dan tiga adik laki-lakinya, tergeletak tidak bernyawa.

"Mereka dipukuli pada bagian kepala dengan kayu dan ditusuk oleh pisau. Saya melihat rumah lain. Saya melihat tiap-tiap keluarga dibantai dengan menggunaakan pisau," imbuh Hemary.

Setelah milisi tersebut pergi. Desa Qubair terlihat sepi. Beberapa orang pun datang ke desa untuk mencari tahu apa yang terjadi [mam/oke/khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]