Survei: Janji Cagub DKI Cenderung Tidak Dipercaya

JAKARTA,  - khoirunnisa-syahidah.blogspot.com - Janji dan program yang ditawarkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta cenderung tidak dipercaya dapat membawa perubahan, demikian menurut hasil survei Pusat Kajian Politik (Puskapol) FISIP Universitas Indonesia terhadap 594 responden.
Sebanyak 61,5 persen atau sekitar 365 responden menyatakan tidak yakin janji atau program yang dikampanyekan kandidat kepala daerah, akan menghasilkan keadaan yang lebih baik.
Sisanya sebanyak 26,3 persen atau 156 responden mengaku yakin terhadap janji dan program yang ditawarkan kandidat. Sementara 12,2 persen atau 131 responden menyatakan tidak tahu.
"Sangat besar warga tidak percaya janji kampanye kandidat itu akan membawa perubahan kondisi warga," kata peneliti Puskapol Irwansyah di Jakarta, Senin (11/6), saat menjelaskan hasil survei tentang aspirasi warga terhadap Pilkada DKI.
Hasil survei ini menunjukkan warga merasa apatis dengan janji dan program para calon, padahal janji dan program ini merupakan salah satu faktor penting bagi pemilih untuk menentukan pilihan.
Survei oleh Puskapol ini dilakukan pada 24 Mei hingga 4 Juni di lima wilayah ibukota kecuali Kepulauan Seribu. Jumlah responden sebanyak 594 orang, dengan teknik Multistage Stratified Random Sampling.(yus/wk/
khoirunnisa-syahidah.blogspot.com)