Teruntuk Para Istri yang (Nyaris) Berputus Asa, Sejumlah Trik untuk Bahagia

Teruntuk Para Istri yang (Nyaris) Berputus Asa, Sejumlah Trik untuk Bahagiakhoirunnisa-syahidah.blogspot.com - Engkau seorang ibu rumah tangga yang merasa sangat terbebani dengan tanggung jawab kerumahtanggaan?
Engkau bosan terhadap kerja harian yang mesti engkau tunaikan?
Apakah engkau merasa terjebak di rumah sendiri?
Jika engkau seorang istri atau ibu rumah tangga, jika engkau merasa buntu dalam rutinitas harian yang membosankan, engkau harus segera melakukan perubahan dalam hidupmu, agar engkau kembali menjadi pribadi yang energik dan bahagia.
Menjadi ibu rumah tangga tidak berarti mendaftarkan diri ke dalam perkumpulan kebosanan seumur hidup. Tidak seharusnya engkau menunggu hingga jatuh menabrak batu di jurang kehidupan untuk memeroleh kembali kehidupanmu.
Engkau mesti menetapkan sejumlah prioritas untuk dirimu sendiri. Ibu-ibu kebanyakan akan secara otomatis berkata: anak-anakku yang menjadi prioritas pertama dalam kehidupanku dan itulah kenyataannya. Namun izinkan aku bertanya kepadamu di sini: akankah engkau dapat memberi perawatan yang baik bagi anak-anakmu jika engkaunya sendiri berada dalam kondisi kesehatan dan mood yang buruk? Tentu saja engkau tidak akan bisa, sehingga ini berarti engkau mesti “mengasah gergaji” kesehatan fisik maupun mentalmu.
Berusaha untuk melakukan pengembangan “Engkau” yang lebih baik haruslah menjadi prioritas pertamamu agar dapat memberi anak-anakmu kehidupan yang lebih berkualitas.


Kisah-kisah Nyata
Nada seorang tipikal ibu rumah tangga yang terbiasa menghabiskan hari-harinya di rumah dengan sedikit sekali kegiatan sosial atau olahraga. Suatu hari dia memutuskan untuk berhenti mengasihani diri sendiri; dia memutuskan untuk tidak menunggu suaminya mengisi kehampaan dalam hidupnya. Nada mulai mengambil kursus menyulam dengan belajar dasar-dasarnya secara baik. Setelah itu, Nada beralih ke internet untuk mengunduh foto-foto dan ide-ide baru dalam mendesain sulaman. Dia membangun sebuah komunitas online yang memiliki minat yang sama dengannya.
Kini Nada punya lebih dari 700 lebih teman menyulam di facebook; dia mulai menjual sulaman yang dibuat dengan tangannya sendiri.
Nada, pembelajar sulam-menyulam, menjelaskan passion kerajinan tangannya dengan mengatakan: “Belajar bagaimana membuat benda-benda indah dengan sulaman, telah memberiku alasan untuk bangun pada pagi hari dengan rasa bahagia. Selain mempersiapkan camilan dan sarapan untuk suami dan anakku Hana, aku juga punya agendaku sendiri yang terasa sungguh menyenangkan atas karya yang telah kubuat dengan tanganku sendiri. Mungkin suatu hari, aku akan berbagi pelajaran menyulam kepada yang lainnya.”
Mariam, di sisi lain, ialah seorang ibu rumah tangga yang memiliki anak kembar berusia 7 tahun. Dia mengatakan dulunya seorang atlet sampai kemudian memiliki bayi. Berdiam di rumah sepanjang hari membuatnya nyaris gila.
Mariam berkata: “Perasaan paling ngeri ialah aku tidak ikut ke dalam komunitas manapun yang punya ketertarikan dan perhatian yang sama. Sebelum menikah aku ikut tim bola basket, tetapi kini aku mungkin tersandung oleh salah seorang anggota tim yang sudah tua karena kebetulan, mendengar gosip terkini lalu setiap dari kami pergi masing-masing.”
“Aku pergi Senam seminggu sekali, tapi ini bukan tujuan. Aku tahu aku harus menemukan hobi atau mungkin mencari pekerjaan, yang rasa-rasanya sukar untuk ditemukan sekarang, tetapi aku sangat tahu bahwa aku butuh bantuan karena aku mulai mengabaikan anak-anakku.”


Faktor Psikologi
“Berdiam di rumah bisa menjadi salah satu penyebab depresi.” kata Anwar Al Atrebi, Profesor Psikologi dan Neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Ain Shams Kairo, seraya melanjutkan bahwa ada banyak studi seputar efek negatif depresi yang pada akhirnya mengarah kepada penggerusan sel-sel memori sehingga mengurangi kecerdasan dan konsentrasi.
Al Atrebi mengatakan, “Ada aturan keliru yang dipahami dalam masyarakat Arab dan Mesir, bahwa ibu yang berpendidikan baik lebih baik tinggal di dalam rumah untuk merawat keluarga dan anak-anaknya tanpa mempertimbangkan kenyataan bahwa ibu yang bekerja mungkin saja lebih bermanfaat bagi keluarga dalam aspek-aspek berbeda.”
“Para suami istri modern kurang memiliki pengertian tentang “bagaimana berurusan dengan pasanganmu?” Suami dan istri bereaksi tanpa sadar setiap harinya dengan campur tangan dari kedua orang tua mereka, tanpa meluangkan waktu yang sewajarnya untuk meningkatkan hubungan mereka bersama-sama.”
Jacob Teitelbaum, anggota panel ahli untuk laman Dr. OZ (Mehmet Oz ialah dokter ahli Oprah Winfrey), menulis tentang bagaimana menghilangkan depresi secara alami:
Dari perspektif jasmaniah, depresi seringkali merefleksikan kekeliruan biokimiawi. Mulailah dengan mengajukan pertanyaan sederhana berikut ini kepada dirimu sendiri: “Apakah aku memiliki banyak minat (ketertarikan)?” Jika jawabannya “ya”, maka anda mungkin tidak mengalami depresi tetapi memiliki masalah jasmani lain yang memengaruhi perasaanmu — yang untuk ini ada perlakuan medisnya tersendiri — dan bukannya depresi.
Tetapi jika Anda tidak memiliki banyak ketertarikan, Anda kemungkinan besar mengalami depresi dan perlakuan di bawah ini akan sangat membantu Anda.


Kebahagiaan punya biokimiawinya tersendiri yang dapat kuat seimbang dan diperbaiki secara alami. Mari kita mulai dengan dasar-dasarnya:
1. Semua asupan gizi adalah penting. Maka, konsumsilah suplemen multivitamin yang baik
2. Mulailah program jalan kaki. Penelitian telah menunjukkan bahwa berjalan kaki dengan cepat setiap harinya sama efektifnya seperti meminum obat anti depresan manapun.
3. Nikmatilah lebih banyak sinar matahari pagi. Kurangnya pancaran sinar matahari ialah penyebab umum depresi (“Seasonal Affective Disorder” atau “SAD”).
4. Alokasikan delapan jam untuk tidur pada malam hari.
Itulah tadi beberapa langkah dasar untuk mengatasi perasaan buruk karena bosan atau kehilangan ketertarikan dalam kegiatan sehari-harimu. Bergeraklah dan cobalah cicipi secuil kebahagiaan.[Islamedia/onislam/khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]