Amerika Perbesar Kedubesnya untuk Bendung Tegaknya Khilafah?

khoirunnisa-syahidah.blogspot.com -  Jakarta. Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia Farid Wadjdi menyatakan selain untuk membendung hegemoni Cina, pembesaran Gedung Kedutaan Besar Amerika di Jakarta juga ditujukan untuk mencegah tegaknya kembali khilafah.
“Di samping untuk membendung hegemoni Cina juga untuk membendung kebangkitan khilafah Islam!” prediksinya dalam acara Halqah Islam dan Peradaban (HIP) Edisi 40, Rabu (18/7) di Wisma Antara, Jakarta.
Menurutnya, bila pada semester terakhir 2012 Kedutaan Besar Amerika diperluas menjadi 3,6 hektar seperti yang direncakan, maka lokasi tersebut akan menjadi Kedubes Amerika terbesar ketiga.
“Ketiga negeri itu merupakan pusat upaya penegakan kembali khilafah!” ujarnya di hadapan sekitar 200 peserta yang  hadir.
Kedubes Amerika terbesar pertama di Baghdad, Irak. Dibangun seluas 42 hektar pada 2009. “Baghdad pernah menjadi ibukota khilafah dan keinginan masyarakat di sana untuk menegakkan kembali khilafah sangat kuat,” tegasnya.
Pada tahun yang sama, Amerika pun memperbesar kedubesnya di Islamabad, Pakistan, menjadi kedubes terbesar kedua dengan luas 7.2 hektar. Menurutnya, gerakan kesadaran masyarakat untuk menegakan khilafah di Pakistan dan Afghanistan juga cukup kuat.
“Itu dibuktikan dengan pernyataan mantan panglima perang Inggris di Afghanistan yang menyatakan persoalan yang paling mendasar adalah ancaman penegakan khilafah!” ungkapnya.
Sedangkan di Asia Tenggara pusat penegakkan khilafah yang paling potensial itu di Indonesia, dengan jumlah penduduk yang besar ditambah dengan negeri-negeri di sekitarnya itu yang akan memperkuat seperti Brunai Darussalam; Malaysia; Pattani,Thailan Selatan; Rohingya, Burma dan  Mindanau, Filiphina Selatan.
Dalam acara yang digelar HTI yang bertajuk Mewaspadai Markas Militer Amerika Dijantung Ibukota tersebut menghadirkan pula pembicara lainnya, yakni: Joserizal Jurnalis (Presidium Mer-C); Zahir Khan (Mantan Duta Besar RI); dan Ismail Yusanto (Juru Bicara HTI).[] Joko Prasetyo 
[khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]