Antangana: Pelecehan Seksual Terjadi Karena Hukum Memberikan ‘Kebebasan’ Terlalu Banyak untuk Perempuan


Antangana: Pelecehan Seksual Terjadi Karena Hukum Memberikan ‘Kebebasan’ Terlalu Banyak untuk PerempuanKANADA (khoirunnisa-syahidah.blogspot.com) – Al-Haashim Kaména Atangana, seorang aktivis Islam di Kanada mendapat serangan dari banyak pihak karena menyerukan perempuan untuk mengenakan jilbab.
“Pelecehan seks terus terjadi karena hukum Kanada memberikan kebebasan terlalu banyak untuk perempuan,” ujarnya. “Anda harus mengambil contoh Anda dari cara wanita Muslim berpakaian.”
Atangana berkomentar seperti ini beberapa saat setelah adanya peristiwa pelecehan seksual terbaru di York University.
“Mengapa wanita Muslimah yang mengenakan gaun panjang dan menutup kepalanya tidak pernah jadi target pelecehan seksual?”
“Jika (perempuan) ingin mencegah dirinya sendiri menjadi korban pelecehan seksual, mereka harus menutupi diri mereka,” kata Atangana.
Atangana juga meminta dewan kota Toronto untuk memperkenalkan undang-undang yang melarang wanita berpakaian yang mengundang kejahatan seksual.
“Alasannya … seorang wanita diperkosa karena cara dia berpakaian,” katanya, menyatakan bahwa “Toronto (menjadi) kota pertama di Amerika Utara yang memperkenalkan undang-undang yang akan membuatnya ilegal bagi perempuan untuk berpakaian provokatif.”
Walaupun begitu, banyak orang yang berpendapat berbeda. Bergargumen bahwa para wanita menghadapi kekerasan seksual bukan sebab pakaian saja. Sebab, banyak kasus Muslimah yang shalih yang menutup auratnya, di beberapa negara, juga pernah mengalami pelecehan seksual.
Namun umumnya, wanita mengalami kekerasan seksual dikarenakan pakaian yang vulgar yang dipakainya. (zafaran/islampos/khoirunnisa-syahidah.blogspot.com)