Ini Dia Bahaya Gula Tambahan dalam Susu Anak

khoirunnisa-syahidah.blogspot.com - Di negara-negara Asia, konsumsi susu anak sangat tinggi. Produk susu yang mengandung gula tambahan dapat meningkatkan kepadatan energi, mengurangi nilai gizi susu dan kecenderungan kelebihan glikemia dan insulin.

Susu merupakan bahan pangan penting bagi anak. Selain mengandung protein, kalsium, riboflavin, vitamin A dan Zinc, susu berperan dalam menjadi alat transpor vitamin D dan zat besi. Konsumsi gula tambahan berlebih dapat mengancam kualitas gizi dari asupan makanan yaitu dengan memberikan energi berlebih tanpa diimbangi dengan kandungan nutrisi yang memadai.

“Pada anak usia pra sekolah, kelebihan gula kemungkinan dapat menurunkan kualitas belajar, membuat anak lebih aktif dan agresif. Menambahkan nutrisi yang seimbang dapat membantu meningkatkan kemampuan belajar dan memperbaiki perilaku,” jelas Dr Tjhin Wiguna, SpKJ(K), dokter spesialis kesehatan jiwa anak pada program edukasi Healthy Food For Healthy Kids,Sabtu (28/7/2012) di RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Suatu penelitian yang dilakukan oleh J Brand-Miller dan F.Atkinson dari University of Sidney, NSW Australia 2011 dengan judul Added Carbohydrates in Children’s Milk Products Increase Dietary Glyacemic Load yang dilakukan terhadap 7 jenis produk susu pertumbuhan anak menemukan bahwa produk yang memiliki kandungan gula tambahan memiliki GI yang lebih tinggi yakni mulai dari 55-69 sementara yang termasuk dalam kategori rendah GI adalah 55.

World Health Organization (WHO) telah merekomendasikan bahwa asupan gula tambahan tidak melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi untuk menghindari kelebihan energi dalam tubuh anak. 10% sama nilainya 4-5 sendok teh untuk anak usia 1-3 tahun dan 5-8 sendok teh untuk anak usia 3 tahun ke atas. [OKE/
khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]