Setjen DPR Habiskan Rp 2,1 M Beli Mesin Fotokopi

khoirunnisa-syahidah.blogspot.com - Pemborosan anggaran kembali dilakukan DPR RI tahun 2012 ini.  Kalai ini Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR menganggarkan Rp 2,1 miliar untuk pengadaan mesin fotokopi. Data yang diterima INDOPOS, pengadaan mesin fotokopi  yang katanya berkecepatan tinggi dilengkapi layanan alat sortir itu mengabiskan anggaran sebesar Rp 2.113.650.000.
Pengadaan barang ini dimenangkan oleh CV.OLIVIA Indah yang beralamat di Ruko Mall Klender Blok III No.19, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur. Bukan hanya itu, Setjen DPR juga mengeluarkan anggaran sebesar Rp 2,7 miliar atau persisnya Rp 2.796.414.720 untuk pengadaan personal komputer lengkap untuk unit Setjen DPR yang tendernya dimenangkan  PT.Arjuna Sinatri Amarta yang beralamat di  Jalan Suryopranoto No.1-9 Blok A4-7 Jakarta Pusat.
Selain itu, ada pula angggaran penggunaan layan internet sebesar Rp 1,799 milyar yang tendernya dimenangkan PT Telekomunikasi Indonesia. Sedangkan untuk proyek pengadaaan notebook/laptop pada unit kerja Setjen DPR dianggarkan pula Rp 527 juta dengan pemenang tender CV Menara Sinar Mandiri yang beralamat di  Ruko Mall Klender B III No.19 Rt 08 RW 06 Kelurahan Klender Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur.
Koordinator Investigasi dan Advokasi Seknas FITRA, Uchok Sky Khadafi DPR mengaku sangat prihatin dan  sangat menyesalkan pemborosan anggaran yang masih saja dilakukan Setjen DPR. "Masih belum lama dan masih menempel di ingatan kita kasus renovasi ruang Banggar DPR yang menghabiskan ratusan miliar rupiah.
Renovasi toilet umum yang juga habiskan puluhan miliar atau pengadaan kalender yang juga habiskan uang negara miliaran, sekarang pengadaan mesin fotokopi. Kenapa sih tidak mau mendengarkan suara rakyat mereka itu," papar Uchok, di Jakarta, Selasa (24/7).
Menurut Uchok, mesin fotocopi dan personal komputer yang ada saat ini masih sangat layak pakai. "Seharusnya Setjen DPR itu menjadi contoh teladan bagi setjen kementerian dan lembaga lain dalam konteks penghematan anggaran. Tapi harapan kami itu jadi macam mimpi di siang bolong," pungkasnya. [ind/khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]