Dubes AS untuk Libya Tewas Diroket Demonstran


khoirunnisa-syahidah.blogspot.com - BENGHAZI, -Washington mengonfirmasi kematian Duta Besar Amerika Serikat di Libya, Christopher Stevens, dan tiga warga sipilnya dalam aksi protes warga setempat atas pemutaran film buatan Amerika Serikat, di Kantor Konsulat Amerika Serikat, di Benghazi, Libya. Kontan Presiden Barack Obama berang dan langsung memerintahkan peningkatan pengamanan semua fasilitas perwakilan negara itu di seluruh dunia.
"Saya sangat mengutuk serangan atas fasilitas diplomatik kami di Benghazi, yang menewaskan empat warga negara kami, termasuk Duta Besar Chris Stevens," katanya, dalam keterangan pers mendadak di Gedung Putih, Washington, Selasa.
Obama juga telah memerintahkan pemerintahannya menjamin semua hal yang diperlukan untuk mendukung pengamanan semua personelnya di Libya. Juga meningkatkan pengamanan semua pos diplomatiknya di seluruh dunia. Di sisi lain, peringatan 9/11 dilakukan Ground Zero, New York, dan Pentagon tanpa pidato pejabat pemerintahan Amerika Serikat.
Jurubicara Kementerian Dalam Negeri Libya, Abdelmonoem al-Horr, menyatakan, "Roket dan granat itu ditembakkan dari lahan pertanian di sekitar Kantor Konsulat Amerika Serikat di Benghazi itu." Demonstran sejumlah beberapa lusin orang itu merobek bendera Amerika Serikat dan membakar fasilitas perwakilan pemerintah Amerika Serikat itu.
Stevens, diplomat karir di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, baru saja menempati posnya di Tripoli, Libya, selama empat bulan. Saksi mata menuturkan, Stevens tewas saat demonstran kalangan Islam yang sedang marah, Selasa lalu, menyerang kantor konsulat itu dengan roket panggul dan granat. Gedung itu lalu dibakar dan dijarah.
Beberapa sumber menduga Stevens keracunan asap karbon monoksida akibat kebakaran itu. Foto yang dirilis AFP menunjukkan Stevens ditolong warga Libya saat dievakuasi dari kompleks Konsulat Amerika Serikat di Benghazi itu. 
Serangan di Benghazi itu terjadi hanya beberapa jam setelah demonstran kalangan Islam menyerang Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kairo, Mesir. Mereka memprotes keras atas film amatir yang dibuat warga negara Amerika Serikat turunan Israel, Sam Bacile, dan diluncurkan lewat internet.
Film itu diberi judul Innocence of Muslims yang dibintangi aktor dengan aksen bahasa Inggris versi Amerika Serikat sangat kental, melukiskan muslim sebagai kalangan yang sesat. Juga mengetengahkan gambar rupa Nabi Muhammad SAW dengan segala sesuatu terkait dia secara sangat tidak sesuai dengan nilai ajaran Islam. (ach/ant/bbc/khoirunnisa-syahidah.blogspot.com)