Kementerian Keuangan Tuding Polri Gelembungkan Proyek Simulator SIM


JAKARTA-Direktorat Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membantah telah bekerjasama dengan Djoko Susilo menggelembungkan anggaran proyek pengadaan Siimulator SIM yang berujung pada terjadinya tindak pidana korupsi.
Direktur Anggaran III Ditjen Anggaran Kemenkeu, Sambas Mulyana mengaku tidak mengetahuinya dan justru menyalahkan Polri sebagai pelaksana proyek tersebut.
“Kalau harga kita kan tidak tau. Itu kan masih ada pelaksanaan,“ kata Sambas usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/9/12) malam.
Sambas juga mengakui tidak mengetahui harga yang telah ditentukan oleh Polri untuk pemenang tender proyek tersebut. Pasalnya, dirinya hanya sebagai perencana proyek tersebut untuk kemudian melakukan pencairan anggaran pengadaan alat simulator SIM tersebut.
“Kita sama sekali tidak tahu. Saya hanya di perencanaan saja. Prosedurnya seperti apa dan apa sudah sesuai dengan prosedur saya tidak tahu,“ imbuhnya.
Kasus ini berawal dari pengakuan salah satu terpidana bernama Sukotjo Bambang, yang melaporkan dugaan tindak pidana korupsi di Korlantas Polri. Sukotjo bersama Budi Susanto yang merupakan pemenang tender pengadaan proyek Simulator SIM tersebut telah dijadikan tersangka oleh KPK.
Keduanya bersama Djoko Susilo dan Wakil Kepala Korlantas Polri Brigjen Pol Didik Purnomo diduga kongkalingkong dalam proyek pengadaan Simulator SIM snilai Rp 196 miliar tersebut. Akibatnya, negaara dirugikan hingga Rp 100 miliar. [globalmuslim/khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]