Selebaran Anti Islam Jadi Isu Panas di Australia

khoirunnisa-syahidah.blogspot.com - Australia, - Perdebatan sengit tengah terjadi di Australia terkait dengan rencana  untuk memberikan kelas tentang agama Islam di sekolah-sekolah. Kelompok anti Islam telah menyebarkan selebaran yang dimasukkan ke dalam kotak surat-kotak surat milik warga. 

"Ini lebih dari Islamophobia," Keysar Trad, dari Federasi Dewan Islam Australia, mengatakan kepada ABC News pada Rabu, Oktober 10, sebagaimana dilansir onislam.net.

"Ini menghasut ketakutan di Australia."

Leaflet didistribusikan oleh Q Society, sebuah  kelompok anti-Islam yang berkampanye melawan apa yang mereka sebut sebagai "Islamisasi Australia", pada kotak surat di Victoria.

"SAVE OUR SCHOOLS - BE AWARE [selamatkan sekolah kita] Pemerintah Australia menyukai dan mendukung agama, sejarah dan kebudayaan Islam di sekolah-sekolah," demikian isi salah satu leaflet atau selebaran itu.

Selebaran menargetkan program pengajaran yang disebut 'Belajar Dari Yang Lain' yang bertujuan untuk mengajarkan tentang agama yang berbeda dalam upaya untuk meningkatkan kerukunan budaya di Australia. Kelompok ini berpendapat bahwa program untuk menawarkan ajaran Islam, yang didanai oleh LSM Australia, melanggar nilai-nilai Yudeo-Kristen di Australia. Kelompok anti-Islam mengatakan bahwa selebaran tersebut didistribusikan secara nasional.

"Ini telah didistribusikan melalui Australia di setiap negara bagian," ungkap Debbie Robinson,  wakil presiden Q Society.

Menurut kelompok ini, sekolah Australia memiliki akar sekular dan berupaya menyebarkan pemahaman lintas agama. Q Society telah menyebabkan kegemparan bulan lalu setelah mengundang Geert Wilders politisi Belanda, yang terkenal anti-Islam, untuk memberikan pidato di Australia.

Namun selebaran telah memicu kemarahan di kalangan warga Australia. Para penduduk Victoria berpendapat bahwa selebaran mengarah untuk mengobarkan kebencian terhadap umat Islam.

"Selebaran pasti anti-Islam. Itulah kesan saya,"  kata Judy, warga wilayah Mount Eliza. [rah/
khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]