Raja Arab Saudi dalam Kondisi Kritis


syahidah.web.id - Saudi Arabia – : Kementerian Dalam Negeri Saudi Arabia menyatakan siaga darurat setelah Raja Abdullah bin Abdul-Aziz dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Sebuah sumber Saudi mengeluarkan berita dan informasi paling rahasia terkait perkembangan terakhir di dalam keluarga kerajaan Saudi melalui jejaring sosial dan mengatakan bahwa kesehatan Raja Saudi saat ini dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan dan menurut para dokter yang mengobatinya, untuk bisa bernafas saja, Raja harus dibantu dengan menggunakan perangkat pernapasan buatan.
“Abdullah bin Abdul-Aziz mengalami gagal dalam operasi koroner akut, ginjal dan paru-paru dan status terakhirnya akan ditentukan dalam dua hari berikutnya,” tambah sumber yang nama aliasnya Mujtahid di jejaring sosial Twitter.
Mujtahid menjadi tokoh populer di kalangan masyarakat Saudi dan aktivis karena seringkali mengungkap rahasia keluarga al-Saud. Sumber itu mengumumkan bahwa Menteri Dalam Negeri Pangeran Mohammed bin Nayef menyatakan keadaan darurat kepada pasukannya, dan menambahkah, “pada kenyataannya, Pengeran sedang mempersiapkan dirinya untuk mengatasi saingannya”.
Ia juga mengungkap perselisihan tajam di antara keluarga kerajaan Saudi dan perebutan kekuasaan yang berkembang di antara mereka. Raja saat ini, Raja Abdullah, berumur 90 tahun dan kesehatannya dalam keadaan kritis, sementara Putera Mahkota Salman (76) secara luas dilaporkan berada dalam kondisi mental yang buruk.
Awal bulan ini, perselisihan tajam muncul di antara keluarga al-Saud siapa yang akan menjadi raja berikutnya setelah pengunduran diri mengejutkan dari anggota senior keluarga yang berpeluang untuk menjadi raja berikutnya.
Pengunduran diri tiba-tiba Menteri Dalam Negeri Pangeran Ahmed bin Abdul-Aziz awal bulan ini memunculkan unsur-unsur baru ke dalam struktur kompetisi kekuasaan kerajaan.
Ketika mantan putra mahkota Nayef bin Abdul-Aziz meninggal pada Juni lalu, Ahmed menggantikannya di Kementerian Dalam Negeri dan mengorganisir haji. Pangeran Mohammed bin Nayef kemudian menggantikannya dan menjadi pangeran pertama kalinya dari generasinya yang menempati pos menteri senior. [KbrNet/IslamTimes/www.syahidah.web.id]