Masjid Muslim Arakan Dihancurkan Oleh Pasukan Perbatasan Burma

arawww.syahidah.web.id - SEBUAH masjid dihancurkan oleh pasukan keamanan Perbatasan Burma (Nasaka) pada tanggal 5 Januari lalu, di kota Maungdaw, kata seorang pemimpin agama dalam kondisi anonimitas, surat kabar Stateless melaporkan.
“Masjid ini dibangun di desa Barsara, di bawah wilayah Nasaka Nomor 8 kota Maungdaw pada tahun 2011, setelah mendapatkan dokumen yang diperlukan dari pihak yang berwenang.
Pada awalnya, desa Barsara terletak di pantai laut Teluk Benggala, tetapi desa ini secara paksa dipindahkan ke sisi gunung pada tahun 2010 dan 2011. Desa ini memiliki 80 rumah dan dua masjid. Pada tahun 2010, Nasaka mentransfer 40 rumah ke wilayah Mountan yang berdekatan dengan Barsara dan kemudian pada tahun 2011, 40 rumah lain juga dipindahkan ke sisi gunung yang sama, menurut seorang pemimpin lokal.
Setelah memindahkan semua penduduk desa ke sebuah desa baru, mereka membangun masjid untuk desa Barsara baru termasuk dua masjid sebelumnya yang telah ada setelah memperoleh dokumen yang diperlukan dari pihak yang berwenang, pemimpin lokal itu menambahkan.
Namun, pada 5 Desember lalu, di pagi hari, sekelompok Nasaka dari kamp Nasaka Inn Din pergi ke desa Barsara baru dan menghancurkan “Masjid Belaro” tanpa memberikan peringatan terlebih dahulu.
Selain itu, pada tanggal 3 Desember, petugas pemerintahan distrik kota Maungdaw pergi ke desa Khadir Bill, Khair Para, serta desa Kolaba dan mengunci semua masjid yang ada di sana.
Sebelumnya, kurang dari lima orang yang diizinkan untuk pergi ke masjid untuk shalat lima waktu, kata seorang pemimpin agama setempat yang menolak disebutkan namanya.(fq/islampos/worldbulletin/www.syahidah.web.id)