Sulitnya Menjadi Relawan Kemanusiaan Di Suriah

www.syahidah.web.id - Kondisi Suriah saat ini adalah bencana ganda untuk warga sipil yang terperangkap dalam perang berdarah Suriah. Karena mereka yang terluka dalam pemboman sangat sulit untuk mendapatkan tempat untuk mendapatkan bantuan, ujar Klinik Dokter darurat.
Klinik klinik seperti ini , merupakan rumah sakit lapangan dan merupakan kelompok kemanusiaan yang melakukan perjalanan ke kota utara Idlib, kota yang telah diserang bom berulang kali.
“Satu-satunya fasilitas medis yang masih berfungsi adalah  klinik dokter yang secara diam-diam dijalankan, dikelola oleh masyarakat setempat dan petugas kesehatan dan kemanusiaan di Suriah,” kata team itu dalam sebuah pernyataan Kamis ini .
Selama berbulan-bulan, baik dari tim dokter dan pejuang  Suriah telah melaporkan pemboman pada rumah sakit umum di daerah daerah yang dikuasai oposisi. “Segera setelah Anda melewati perbatasan Suriah, Anda akan rentan terhadap pemboman udara oleh angkatan udara Suriah, bahkan walaupun anda jauh dari belakang garis pertempuran,” kata penasihat operasi kelompok, Fabrice Weissman, Le Monde.
“Rumah sakit pada saat ini berada pada risiko rentan terserang, karena mereka telah menjadi salah satu pilihan sasaran serangan pemerintah. Akibatnya, rumah sakit umum sepi, yang ada hanyalah rumah sakit lapangan Sementara bila ada operasi serius maka cenderung disembunyikan di rumah-rumah individu dan ruangan  di bawah tanah.. ”
Beberapa warga Suriah banyak yang mempertaruhkan hidup mereka untuk mengobati yang terluka. “Kadang orang-orang atau masyarakat berubah seketika menjadi sebagai perawat atau bahkan ahli bedah karena tiada cukup orang lain untuk melakukannya,” kata Dr Adrien Marteau, anggota dari tim yang bekerja di Idlib.
“Sering dihadapkan dengan keseriusan cedera dan risiko pada pasien pada saat evakuasi, banyak yang terluka dan menjadi sekarat karena mereka tidak mendapatkan pengobatan atau tidak dapat dievakuasi dalam waktu yang cepat.
Menambah mimpi buruk kemanusiaan, karena banyak daerah menjadi tanpa listrik, seperti di Idlib, dan kami disini tidak ada yang tahu di mana serangan berikutnya mereka  akan menyerang.
“Pasukan pemerintah Suriah yang membom kota-kota dan desa-desa tanpa pandang bulu, membahayakan kehidupan rakyat biasa, dan yang kita saksikan sekarang  adalah strategi nyata teror, diatur oleh pemerintah Suriah, terhadap rakyat daerah ini,” kata Terzian. (Dz/ Cnn